SUMBRINGAH! Pemdes Pagarjati Lahat Habiskan Dana Sebesar Rp 244.017.680 Bangun Fisik Ini
RAMPUNG: Sekcam Kikim Selatan, Supansi SAP didampingi Forkopimcam, perangkat desa dan BPD berada di pembangunan JUT hamparan sirtu yang 100 persen rampung--Bernat/koranpalpres.com--
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Sumbringah, kalimat yang tepat dialamatkan kepada masyarakat Desa Pagarjati, Kecamatan Kikim, Kabupaten Lahat. Pasalnya, akses jalan membawa hasil bumi berupa kelapa sawit dan kopi terwujud sudah.
"Apabila selama ini mereka harus menggunakan sepeda motor modifikasi untuk ke kebun, kini tidak perlu gusar lagi karena semuanya telah rampung 100 persen dikerjakan," imbau Kepala Desa (Kades), Asdi, Jumat, 23 Januari 2026.
Nah, Pemerintah Desa (Pemdes) melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2025, telah melaksanakan pembangunan jalan usaha tani (JUT) hamparan sirtu, sepanjang 647 meter, dengan lebar 2 meter, tinggi 0,15 meter menelan dana mencapai Rp 244.017.680.
"Alhamdulillah, kini penduduk desa tidak perlu bingung lagi membawa hasil panen selama ini, paling tidak mampu memangkas waktu sehingga komoditi tersebut dapat tiba ditempat dengan cepat," jelas dirinya.
BACA JUGA:Bangun 2 Titik Sumur Bor, Bambang: Warga Butuh Air Bersih, Ini Hasil Monev Lainnya
Sebab, sambung dia, akses jalan tersebut menghubungkan secara langsung baik ke kebun maupun hamparan persawahan milik warga. Tentunya ini sangat membantu sekali didalam memberikan pelayanan terbaik.
"Makanya, hasil pekerjaan bersumber dari dana desa (DD) serta alokasi dana desa (ADD) diperiksa secara seksama oleh tim monitoring dan evaluasi (Monev)," papar Asdi.
Sehingga, dalam pengelolaan anggaran transparan, akuntabel dan tidak ada dusta semuanya tepat sasaran dan dinikmati sepenuhnya oleh penduduk desa.
"Tidak hanya itu, sebut saja bantuan langsung tunai (BLT), PKH, BNPT, honor perangkat desa dan lain sebagainya telah kami salurkan sesuai dengan ketentuan, dan memang mereka berhak mendapatkannya, pun dengan laporan administrasi ikut diperiksa secara detail," sebut dia.
Asdi menerangkan, pembangunan jalan usaha tani bertujuan mempermudah akses petani dalam mengangkut hasil pertanian.
"Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa khususnya para petani," tukas dirinya.
Sementara itu, Camat Kikim Selatan, Hermansyah HB SE melalui Sekretaris, Supansi SAP menyampaikan, bahwasanya monev merupakan sarana pendampingan agar pengelolaan desa semakin tertib, transparan, dan akuntabel. Disini pihak kecamatan ingin memastikan setiap program desa tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jika masih terdapat kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Apabila ada kendala di lapangan segera berkoordinasi, sehingga laporan-laporan penggunaan DD dan ADD tidak ada penyimpangan," harap dia.