(OPINI) Menggugat Keberadaan Negara Zionis Israel
Artikel berjudul Menggugat Keberadaan Negara Zionis Israel ditulis Imaam Yakhsyallah Mansur yang merupakan Pimpinan Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia--Ist
Oleh Imaam Yakhsyallah Mansur*
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (Q.S. Al-Isra’ [17]: 4)
Imam Ath-Thabari Rahimahullah dalam kitabnya “Jami’ul Bayan” menjelaskan ayat di atas, bahwa kata “latufsidunna” adalah tindakan melampaui batas terhadap sesama manusia dan ajaran Allah Ta’ala.
Bani Israel berulang kali melakukan pembangkangan, membunuh nabi dan rasul, merusak tatanan sosial, dan berlaku dzalim kepada sesama manusia. Tindakan itu pada akhirnya membawa kehancuran bagi mereka sendiri.
BACA JUGA:Konflik Iran-Israel Memanas, Menhub Dudy Minta Maskapai Internasional Waspada
BACA JUGA:Temui SMB IV Fauwaz Diradja, Bang Onim Ceritakan Penderitaan Rakyat Palestina Dijajah Israel
Sementara, Imam Fakhruddin Ar-Razi Rahimahullah menjelaskan, ayat ini tidak hanya berbicara tentang sejarah, tetapi juga sunnatullah (ketetapan) dalam kehidupan manusia. Kesombongan adalah penyebab utama rusaknya kehidupan dan runtuhnya peradaban.
Ayat di atas memperingatkan manusia tentang bahaya kekuasaan tanpa dibarengi moral dan petunjuk wahyu. Ketika kedzaliman mencapai puncaknya, kehancuran akan datang sebagai konsekuensi dari Sunnatullah yang telah ditetapkan.
Para ulama kontemporer menghubungkan ayat ini dengan berdirinya Zionis Israel di tanah Palestina. Mereka melihat adanya kemiripan antara gambaran Al-Qur’an tentang kesombongan dengan realitas penjajahan, pendudukan, pembunuhan dan penghancuran rumah yang terus terjadi di Palestina.
Palestina hari ini menjadi simbol ketidakadilan global, panggung besar tempat hukum internasional dilecehkan, kedzaliman dipertontonkan secara vulgar, nilai dan norma kemanusiaan diinjak-injak.
BACA JUGA:Sekjen PBB Sampaikan Pesan Ramadan untuk Umat Islam, Teroris Israel Terus Bantai Warga Palestina
Di balik tragedi itu, berdirilah sebuah entitas politik bernama Zionis Israel yang hingga hari ini masih menuai kontroversi mengenai legitimasi sejarah, moral, dan hukumnya.
Bagi para pendukungnya, Israel adalah “tanah air bangsa Yahudi.” Namun bagi rakyat Palestina dan jutaan manusia di dunia, Israel adalah proyek kolonial modern yang berdiri di atas pengusiran, pendudukan, dan penderitaan bangsa lain.