https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Gandeng Project R&P, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Tanam 7.500 Bibit Mangrove!

Wujud nyata komitmen ESG, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju & Project R&P Sumatera tanam 7.500 bibit mangrove untuk kelestarian lingkungan.--pertamina kilang plaju for koranpalpres.com

Ia menekankan, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga alam hari ini, tetapi juga mewariskan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan.

Menurutnya, kawasan Hutan Desa Sungsang IV memiliki nilai ekologis yang penting sebagai habitat berbagai flora dan fauna sekaligus benteng alami pesisir dalam menghadapi abrasi dan dampak perubahan iklim.

BACA JUGA:Kilang Plaju Tebar Kebaikan: Salurkan Hewan Kurban di Momen Idul Adha

BACA JUGA:Program SENYUM, Pertamina Kilang Plaju Kembali Tebarkan Energi Kebaikan

"Keberadaan mangrove di kawasan ini juga berkontribusi dalam penyerapan karbon yang mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060," tukas Rahmad.

Di sisi lain, Ketua LDPHD Sungsang IV, Abdullah Jabtan menambahkan, program yang dijalankan bersama Pertamina Patra Niaga merupakan wujud komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir dan memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan hutan desa.

"Melalui Program Pengelolaan Biodiversity, kami bersama Pertamina Patra Niaga terus melaksanakan rehabilitasi dan pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan," ungkap Jabtan.

Program ini lanjutnya, mencakup rehabilitasi kawasan mangrove, hingga pengembangan konsep ekowisata berbasis konservasi.

BACA JUGA:Langkah Hijau Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju: Wujud Harmoni Alam Demi Energi Masa Depan yang Andal

BACA JUGA:Ngobras Bareng Frontline, Pertamina Kilang Plaju Tingkatkan Awareness Safety Pekerja

"Kami berharap upaya yang dilakukan secara konsisten ini dapat menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir di masa mendatang," tandasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia mengatakan, pengelolaan mangrove tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Siti berharap kawasan ini dapat berkembang menjadi ruang edukasi, konservasi, dan ekowisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Ketika lingkungan tetap terjaga dan masyarakat ikut merasakan dampak positifnya, maka keberlanjutan akan tumbuh secara alami," ulasnya.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Refleksikan Semangat Kebangkitan Nasional Lewat Jejak Sejarah Energi Bangsa

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google