Parade Perahu Ketek Hias Warnai Sungai Musi, Tradisi Budaya Diwariskan Leluhur Palembang
Puluhan perahu ketek hias saat melintasi pelataran Benteng Kuto Besak dalam acara parade untuk memeriahkan hari jadi Palembang ke-1343.--Ist
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Suasana di Sungai Musi tepatnya di kawasan jembatan Ampera terlihat berbeda dari biasa.
Puluhan perahu ketek dengan berbagai hiasan dan aksesoris mewarnai di perairan Sungai Musi.
Perahu ketek hias ini terlihat berjalan perlahan dengan beriringan untuk memperkuat identitas Palembang sebagai kota wisata air.
Tercatat ada 60 perahu ketek hias memeriahkan Parade Perahu Ketek Hias di kawasan Plaza Benteng Kuto Besak, Sabtu 27 Juni 2026.
BACA JUGA:Tidak Kalah Keren dari Pacu Jalur, Tradisi Perahu Bidar Palembang Siap Mendunia!
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Palembang dalam melestarikan budaya sungai sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis sejarah dan kearifan lokal.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, parade tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Palembang sejak ratusan tahun lalu.
Menurutnya, perahu ketek memiliki nilai historis yang sangat penting bagi Kota Palembang.
Jauh sebelum Jembatan Ampera berdiri pada 1965, perahu ketek menjadi sarana utama masyarakat untuk menyeberangi Sungai Musi, berdagang, bekerja, hingga menjalin hubungan sosial antara kawasan ulu dan ilir.
BACA JUGA:Polisi Beri Pengamanan Lomba Perahu Bidar Mini di Sungai Desa Sembadak, ini Tujuannya
"Perahu ketek bukan hanya alat transportasi, tetapi bagian dari sejarah dan identitas Kota Palembang sebagai Kota Sungai. Melalui parade ini, kita ingin menumbuhkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap budaya sungai yang telah diwariskan para leluhur," ujar Ratu Dewa didampingi Sekda Aprizal Hasyim.
Ia menjelaskan, sejarah Palembang memang tidak dapat dipisahkan dari Sungai Musi.