Niat Ziarah Mesti Menerabas 'Hutan', KOPZIPS dan Zuriat NU Palembang Desak Pemerintah Buka Akses TPU
Akses makam Tokoh NU 1940-an tertutup semak belukar. KOPZIPS dan Zuriat gotong royong terabas TPU Bukit Lama, usul jalan permanen!--dokumentasi
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Semangat untuk merawat ingatan sejarah dan meneladani para ulama besar tak pernah surut di Palembang.
Langkah nyata ini kembali ditunjukkan oleh Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS).
Bersama pihak keluarga besar zuriat, mereka menggelar ziarah ke makam salah satu tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU) era 1940-an, Masagus KH. Abdul Roni Halim (dikenal juga sebagai Kyai Cek Oni).
Ketua KOPZIPS, Muhamad Setiawan yang akrab disapa Cek Wan, hadir bersama anggotai KOPZIPS Ustadz Hafidhuddin, serta jajaran keluarga besar Zuriat Ki. Mgs. H. A. Roni Halim yang dimotori oleh MGS Yusuf Baihaqi.
BACA JUGA:KOPZIPS Pertegas Temuan Makam Kuno di Tanjakan PHB, ini Penampakannya!
Namun, perjalanan ziarah kali ini menyajikan tantangan yang tak biasa.
Makam sang ulama legendaris yang berada di TPU Kandang Kawat, Bukit Lama, Palembang, ternyata berada di area yang kini kondisinya memprihatinkan karena sudah tertutup semak belukar tebal layaknya hutan.
Sosok Besar Pembawa Cahaya Pendidikan Islam
Sosok Masagus KH. Abdul Roni Halim bukanlah ulama sembarangan.
Beliau merupakan Rais Syuriah PCNU Kota Palembang pada tahun 1940.
Tak hanya aktif di organisasi, peran beliau di dunia pendidikan dan syiar Islam di Palembang sangat membekas.
Kyai Cek Oni adalah pendiri Madrasah Al-Hilaliyah Karang Anyar (yang dahulunya merupakan SRINU atau Sekolah Rendah Islam Nahdlatul Ulama) serta Masjid Diniyah Karang Anyar (yang dahulunya berawal dari Langgar Diniyah).