Berdayakan Masyarakat, STIPER Sriwigama Terapkan Teknologi Pemangkasan Pucuk Apikal pada Budidaya Mentimun
Civitas STIPER Sriwigama Palembang bersama Tim PKK RT 53 Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang memperlihatkan tanam mentimun di kebun percontohan kampus.--Ist
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Kegiatan pemberdayaan Masyarakat dilakukan di Kebun Percontohan STIPER Sriwigama Palembang pada Tanggal 20 Maret 2026 pada saat penanaman, 5 April 2026 pada saat pemangkasan dan 21 Mei 2026 pada saat pemanenan.
Ketua Pelaksana dalam kegiatan tersebut Dr.Ir.Krisna Delita, M.Si, anggota dalam kegiatan tersebut Ida Aryani, SP.,M.Si., R.Akbar, SP.,M.Si., Dr.Ir. Railia Karneta, M.Si, Ir.Cik Aluya, MP.., Ir. Midranisiah, M.Si., Ir.Endang Soesilowati, MP., Nurlaili Fitri Gultom, SP.,M.Si., Reza Aulia Akbar, M.Pdi, Andesta, Sp.,M.Si, Wina Susanti, SP.,M.Si dan ikut serta dalam kegiatan tersebut Mahasiswa Semester VI Program Studi Agroteknologi, Mahasiswa Semester IV Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis.
Masyarakat yang menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut adalah TIM PKK RT.53 Kelurahan Demang Lebar Daun sebanyak 32 Orang yang diketuai Oleh Ibu RT.53.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Dr.Ir.Krisna Delita, M.Si sekaligus sebagai ketua pelaksana menjelaskan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, pemenuhan gizi dan mendukung program ketahanan pangan maka pemanfaatan lahan disekitar rumah tinggal merupakan salah satu alternatif untuk menanam tanaman produkti seperti tanaman sayuran.
BACA JUGA:Wali Kota H Arlan Tegaskan Kolaborasi dengan Polres Prabumulih Demi Kota yang Aman dan Nyaman
BACA JUGA:Palembang Demam Bola! Intip Serba-Serbi Unik Nobar Piala Dunia 2026 di Bumi Sriwijaya
Salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi adalah tanaman mentimun.
Lebih lanjut Ida aryani, SP.,M.Si dan R.Akbar, SP.,M.Si menjelaskan bahwa tanaman mentimun dapat ditanam dengan teknologi pemangkasan pucuk apikal dengan demikian tanaman mentimun tidak menjalar terlalu tinggi, sehingga menjadi salah satu alternatif tanaman sayuran yang dapat ditanam disekitar rumah tinggal.
Dengan pemangkasan pucuk apikal atau pucuk pada batang utama, maka tanaman akan menghasilkan cabang produktif yang banyak dan akan berubah lebat.
Pucuk apikal tanaman mentimun dipangkas pada saat tanaman berumur 15 hari setelah pindah tanam dengan cara memangkas pucuk pada batang utama sebanyak 2 (dua) ruas setelah pemangkasan ini pada tanaman mentimun akan tumbuh cabang-cabang yang banyak.ibu-ibu PKK RT.53 melakukan pemangkasan serentak pada tanaman mentimun.
BACA JUGA:Nobar Final Piala Dunia di Sekayu Muba Bertabur Doorprize, Pemenang Utama Dapat Sepeda Gunung
BACA JUGA:Kabar Baik! Ketua RT Hingga Ustaz di Palembang Bakal Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Ditambahkan oleh Dr.Ir. railia Karneta, M.Si dan Ir.Midranisiah, M.Si. disamping dilakukan pemangkasan tanaman mentimun harus ditanaman pada media yang subur terdiri dari campuran 2 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang dan 1 bagian sekam bakar.
Semua campuran media tanam ini diaduk secara merata. Pupuk kandang yang dipergunakan dapat pupuk kandang kotoran ayam, kotoran sapi atau kotoran kambing yang telah matang, kemudian diinkubasi selama lebih kurang 1 minggu baru dapat dilakukan penanaman.