Sinergi Pemprov Sumsel, BI dan DJPb Hadirkan Ekosistem Rantai Pasok GSMP–MBG untuk Dukung Makan Bergizi Gratis
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono--Tangkapan Layar IG/Pemprovsumatera selatan
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sumsel dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) resmi meluncurkan Ekosistem Rantai Pasok Gerakan Sumsel Mandiri Pangan untuk Makan Bergizi Gratis (GSMP–MBG).
Peluncuran yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas inflasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang dan dihadiri oleh Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, Staf Khusus Kementerian Koperasi Ambar Pertiwiningrum, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Sumatera Selatan Rahmadi Murwanto, unsur Forkopimda, kepala daerah se-Sumatera Selatan, serta para pemangku kepentingan dari sektor pangan, koperasi, perbankan, dan dunia usaha.
Mengawali kegiatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono menyampaikan perkembangan terkini perekonomian dan inflasi daerah.
BACA JUGA:Ini Langkah Strategis Kodam II Sriwijaya dan BI Sumsel Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah
BACA JUGA:QRIS Sumsel Tembus Rp14 Triliun, BI Sumsel Dorong Ekonomi Produktif Lewat GPR x DKG 7th Tahun 2026
Di tengah perlambatan ekonomi global akibat meningkatnya risiko geopolitik, pertumbuhan ekonomi Indonesia maupun Sumatera Selatan tetap terjaga, didukung oleh konsumsi rumah tangga, kinerja industri pengolahan, pengembangan infrastruktur logistik, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Sumatera Selatan tetap terkendali dan konsisten berada di bawah tingkat inflasi nasional, meskipun terdapat dinamika komoditas penyumbang inflasi yang perlu terus diantisipasi.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari keberhasilan implementasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang secara konsisten didukung Bank Indonesia sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2021.
Disisi lain, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Sumatera Selatan Rahmadi Murwanto menegaskan bahwa Ekosistem Rantai Pasok GSMP-MBG dirancang untuk membangun sistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Melalui ekosistem ini, hasil produksi petani, peternak, nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), BUMDes, dan UMKM akan terhubung secara berkelanjutan dengan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Dapur MBG.
Skema tersebut didukung oleh sinergi kebijakan fiskal, percepatan belanja pemerintah, serta pembiayaan produktif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL), dan dukungan pembiayaan BUMN/BUMD dalam mekanisme matching fund. Model ini diharapkan mampu memperkuat sirkular ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.