BI Sumsel Ajak Akademisi dan Masyarakat Lahirkan Solusi Ekonomi Lewat Sriwijaya Economic Forum 2026
BI Sumsel Ajak Akademisi dan Masyarakat Lahirkan Solusi Ekonomi Lewat Sriwijaya Economic Forum 2026--Foto: Bank Indonesia Sumsel
BI Sumsel Perkuat Literasi dan Gali Rekomendasi Kebijakan Lewat Bedah Buku dan SEF 2026
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Bedah Buku dan Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 yang memasuki tahap Presentasi Finalis pada Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Harper Palembang ini merupakan rangkaian 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 yang bertujuan memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk mendukung pembangunan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan sinergi BI Sumsel dengan Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan Ikatan Pustakawaan Indonesia (IPI) Sumatera Selatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, bersama instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah, Akademisi, asosiasi dan organisasi profesi, antara lain Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palembang dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Selatan, serta Komunitas Literasi.
Kegiatan tersebut menghadirkan Chaerul Umam, S.S., M.LIM, narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sekaligus President ASEAN Public Libraries Information Network (APLiN), dan Theo Derrick, penulis buku From Zero to Survive: Seni Menang dalam Hidup dengan Realistis.
BACA JUGA:Ini Langkah Strategis Kodam II Sriwijaya dan BI Sumsel Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah
BACA JUGA:QRIS Sumsel Tembus Rp14 Triliun, BI Sumsel Dorong Ekonomi Produktif Lewat GPR x DKG 7th Tahun 2026
Membuka kegiatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa penguatan literasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung perumusan kebijakan yang berbasis pengetahuan.
Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga sebagai kemampuan berpikir kritis, menganalisis berbagai tantangan, serta menghasilkan solusi yang dapat diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga memaparkan perkembangan perekonomian terkini.
Di tengah perlambatan ekonomi global akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik, perekonomian Indonesia dan Sumatera Selatan tetap menunjukkan ketahanan.
Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada Triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 5,34% (year on year) dengan inflasi yang tetap berada dalam rentang sasaran.
Ke depan, penguatan hilirisasi komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, dan kelapa menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.