Tangguh Bencana! Kilang Plaju Kukuhkan Kawasan Siaga Bencana, Bikin Warga Ring I Cepat Tanggap Hadapi Darurat
Kilang Plaju resmi kukuhkan Kawasan Siaga Bencana (KSB) & latih warga Ring I kelola dapur umum dan shelter.--pertamina kilang plaju for koranpalpres.com
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Menghadapi potensi risiko bencana tak lagi cukup sekadar menunggu bantuan datang.
Komitmen untuk membangun ketangguhan masyarakat di sekitar wilayah operasional terus dibuktikan oleh Pertamina Refinery Unit Plaju (Kilang Plaju).
Pada Sabtu (1/8/2026), Kilang Plaju secara resmi mengukuhkan Kawasan Siaga Bencana (KSB) sekaligus menggelar pelatihan mitigasi terpadu bagi warga di wilayah Ring I perusahaan.
Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas (community-based disaster management).
BACA JUGA:Demi Ketahanan Energi Nasional, Kilang Plaju Matangkan Strategi Penurunan Intensitas Energi!
BACA JUGA:Mantap! Pertamina Kilang Plaju Libatkan 2.500 Pekerja Demi Pit Stop Tahap II 2026 Zero Accident
Harapannya, warga tak hanya sigap, tetapi juga mandiri dan terkoordinasi dalam melakukan penanganan awal saat situasi darurat melanda sebelum bantuan lanjutan tiba.
Bukan Sekadar Seremonial: Ada Pelatihan Dapur Umum dan Shelter
Pengukuhan Kawasan Siaga Bencana (KSB) kali ini disajikan secara konkret dan aplikatif.
Tak berhenti pada seremoni penandatanganan atau pengukuhan saja, para anggota KSB yang terdiri dari perwakilan warga kelurahan di Kecamatan Plaju serta desa/kelurahan di Kecamatan Banyuasin I (termasuk Desa Sungai Gerong) langsung dibekali ilmu taktis di lapangan.
BACA JUGA:Sambut Pit Stop Part II 2026, Pertamina Kilang Plaju Gelar Doa Bersama dan Santunan Yatim
Bersama pendampingan dari Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), para peserta mendapatkan pelatihan khusus mengenai pengelolaan dapur umum dan manajemen tempat penampungan sementara (shelter).
Keterampilan ini menjadi amunisi krusial agar kebutuhan logistik dan proses evakuasi warga dapat berjalan cepat, teratur, serta terukur ketika kondisi darurat terjadi.
Inisiatif ini juga menjadi wujud nyata implementasi Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2022 tentang pembentukan Kawasan Siaga Bencana, yang mengedepankan partisipasi aktif warga sebagai aktor utama dalam proteksi lingkungan perdesaan maupun perkotaan.
Dorong Kemandirian Warga di Frontline Bencana
BACA JUGA:Tinjau Kilang Plaju, Komisaris Utama Pertamina Puji Kesiapan Menuju Era Green Energy
BACA JUGA:Dukung Asta Cita Ketahanan Energi: Kilang Plaju Resmi Luncurkan Lifting Perdana Biosolar B50
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia menegaskan bahwa pengukuhan KSB merupakan langkah nyata perusahaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat lokal, terutama pada aspek evakuasi dan penanganan logistik darurat.
"Kami ingin memastikan masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana memiliki kesiapan serta kemampuan dalam melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana," tegasnya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menunggu bantuan datang, tetapi mampu mengambil peran sejak awal, saling membantu, serta menjadi bagian pertama yang hadir untuk memberikan pertolongan bagi sesama warga.
"Kehadiran Kilang Plaju tak cuma membawa dampak positif pada lini operasional kilang, melainkan juga menghadirkan manfaat nyata yang meningkatkan kualitas hidup serta resiliensi warga sekitar secara berkelanjutan," timpalnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Demi Lingkungan Aman
Dukungan penuh turut mengalir dari pemerintah daerah.
Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinas Sosial Sumsel, Roman, menyambut positif kolaborasi aktif antara Kilang Plaju dan Dinsos.
Menurutnya, warga lokal adalah perpanjangan tangan pemerintah yang berada paling dekat dengan lokasi saat bencana terjadi.
BACA JUGA:Sinergi Epic Kilang Plaju & TNI: Jaga Ketat Obvitnas Demi Amankan Pasokan Energi RI Tanpa Bocor!
"Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan bencana," ujarnya.
Masih kata Roman, masyarakat menjadi perpanjangan tangan pemerintah yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi.
"Melalui program ini, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan mitigasi sehingga mampu mengenali risiko, melakukan upaya pencegahan, serta berperan aktif," tukasnya.
Rasa optimisme dan apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Ketua Satgas Tanggap Bencana Desa Sungai Gerong, Junawaluddin.
BACA JUGA:Bakar Semangat Sinergi, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Sukses Jadi Tuan Rumah POM Migas 2026!
Ia mengungkapkan bahwa bantuan fasilitas dan pelatihan dari Kilang Plaju sangat berdampak langsung pada kesiapan mental dan teknis warga di lapangan.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kilang Plaju atas dukungan yang telah diberikan," ucapnya.
Tidak hanya menerima bantuan peralatan, Junawaluddin mengaku juga mendapat berbagai pelatihan yang sangat bermanfaat.
"Kegiatan hari ini semakin memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan kami," pungkasnya.
BACA JUGA:Jaga Ketahanan Energi, Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina Patra Niaga Tinjau Kilang Plaju
Dengan dikukuhkannya Kawasan Siaga Bencana ini, Kilang Plaju bersama pemerintah dan masyarakat lokal sukses membangun benteng pertahanan kebencanaan yang kokoh.
Sinergi tripartit ini diharapkan terus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemukiman yang aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai potensi kondisi darurat di masa depan.