Museum Sriwijaya Makin Canggih! UPTD TWKS Gelar Kajian Berbasis AI Bareng Pelajar dan Mahasiswa Palembang
UPTD TWKS mengadakan kajian pengunjung dan program Museum Sriwijaya berbasis AI 2026 bareng generasi muda Palembang dan menghadirkan 3 narasumber.--uptd twks for koranpalpres.com
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Siapa bilang museum identik dengan kesan kuno dan membosankan?
Menjawab tantangan era digital, UPTD Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) resmi menggelar kegiatan "Kajian Pengunjung dan Program Museum Sriwijaya Berbasis Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026".
Langkah inovatif ini menjadi sinyal kuat bahwa museum sejarah kini siap bertransformasi menjadi ruang edukasi yang canggih, interaktif, dan relatable bagi anak muda.
Kegiatan bernuansa masa depan ini dibuka oleh Kepala UPTD TWKS, Nuryasin, S.E., yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha, Mohammad Iqbal, S.E., M.Si.
BACA JUGA:Meriah! Ribuan Anak PAUD se-Sumsel Padati Museum Sriwijaya Lewat Lomba Mewarnai
BACA JUGA:Kreatif dan Edukatif! Begini Cara Museum Sriwijaya Ajak Anak Muda Palembang Mengenal Aksara
Acara yang berlangsung Selasa 28 Juli 2026 ini juga dihadiri oleh Kasi Museum Sriwijaya, Diah Anggraini, D.DS., serta Kasi Bukit Siguntang, Pahrudin, S.Sos., M.Si.
Tak kalah seru, para peserta yang terdiri dari kalangan generasi muda—mulai dari pelajar SMA hingga mahasiswa se-Kota Palembang—tampak antusias memadati ruangan untuk membedah potensi besar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia permuseuman.
Gali Potensi AI Bersama Tiga Pakar
Untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai integrasi teknologi AI di lingkungan museum, kajian ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya masing-masing:
BACA JUGA:Hanya di Museum Sriwijaya, 100 Pelajar Palembang Diajak Melakukan Perjalanan Kembali ke Masa Lalu
BACA JUGA:Melalui Lomba Ini, Museum Sriwijaya Edukasi Generasi Muda Tentang Koleksi Yang Dimilikinya
1. Cahyo Sulistyaningsih, S.Sos. (Pemerhati Museum)
Membahas pentingnya menjaga nilai-nilai kebudayaan dan peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya agar tetap relevan di mata masyarakat modern tanpa kehilangan nilai historisnya.
2. Fajar Aditya, S.Kom. (Mentor di Rumah Cahaya Indonesia)