Polsri Gandeng ASCOT Filipina Latih KWT Banyuasin Olah Ikan Berbasis GEDSI: Sulap Tangkapan Jadi Cuan!
Polsri dan ASCOT gelar pelatihan pengolahan ikan berbasis GEDSI untuk emak-emak KWT Banyuasin demi dorong UMKM lokal go digital.--polsri for koranpalpres.com
BANYUASIN, KORANPALPRES.COM - Potensi perairan darat di Kabupaten Banyuasin memang nggak ada obatnya!
Sayangnya, melimpahnya hasil tangkapan ikan selama ini sering kali dijual dalam bentuk segar dengan harga yang fluktuatif.
Pas panen raya, harga bisa anjlok drastis.
Melihat peluang emas yang belum tergarap maksimal ini, tim dosen Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) nggak tinggal diam.
BACA JUGA:Cetak Generasi Berkarakter, Pelatihan Dasar Kedisiplinan Gelombang 1 Polsri Resmi Ditutup
BACA JUGA:Bentuk Karakter Maba Polsri, Kasdam II Sriwijaya Buka Kegiatan Latsarlin di Tempat Ini
Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Kolaborasi Luar Negeri, Polsri menggandeng Aurora State College of Technology (ASCOT) dari Filipina untuk memboyong solusi nyata bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Pulau Harapan, Banyuasin.
Bawa Konsep GEDSI: Merangkul Semua, Tanpa Batas

Polsri dan ASCOT gelar pelatihan pengolahan ikan berbasis GEDSI untuk emak-emak KWT Banyuasin demi dorong UMKM lokal go digital.--
Pelatihan ini bukan sekadar acara masak-masak biasa.
Mengusung tema Penguatan Kelompok Wanita Melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Berbasis GEDSI, kegiatan ini menekankan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).
BACA JUGA:Tingkatkan Literasi Energi Bersih bagi Generasi Muda, PLN Gelar Srikandi Goes to Campus di Polsri
Artinya, seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) tanpa terkecuali—termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas—mendapatkan hak dan akses yang setara untuk:
1. Mempelajari teknologi pengolahan pangan terkini.