https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Sinergi Pengendalian Inflasi Berbuah Hasil, Sumsel Catat Deflasi dan Pasokan Pangan Tetap Aman

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono--Foto: Bank Indonesia Sumsel

 

Kolaborasi BI dan TPID Sumsel Berhasil Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Pada Juli 2026, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan deflasi sebesar 0,24% (mtm), menurun dari kondisi bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,36% (mtm). 

Secara tahunan, inflasi Sumsel tercatat sebesar 2,50% (yoy), menurun dari bulan sebelumnya 2,89% (yoy) sejalan dengan tren inflasi nasional yang tercatat turut mengalami penurunan menjadi 2,88% (yoy) dari sebelumnya 3,34% (yoy). 

Capaian ini mencerminkan terjaganya stabilitas harga serta efektivitas sinergi pengendalian inflasi di daerah, sehingga memberikan keseimbangan antara menjaga daya beli masyarakat sembari tetap memastikan kesejahteraan produsen.

Secara bulanan, deflasi terutama didorong oleh penurunan harga sejumlah komoditas utama, antara lain bawang merah (0,17%), emas perhiasan (0,16%), cabai merah (0,08%), cabai rawit (0,03%), dan tomat (0,03%). 

BACA JUGA:Rilis BPS Juli 2026: Inflasi Kota Palembang Terkendali di Angka 2,33 Persen

BACA JUGA:Dari Kolam ke Pengendalian Inflasi, Strategi Diskan Lahat Dukung Penilaian Bupati oleh Kemendagri

Penurunan harga komoditas hortikultura dipengaruhi oleh berlangsungnya masa panen di sejumlah daerah sentra produksi sepanjang pertengahan hingga akhir Juli 2026 yang meningkatkan jumlah pasokan di pasaran. 

Adapun penurunan harga emas terjadi seiring membaiknya sentimen global yang mendorong penyesuaian harga di pasar domestik. 

Meskipun demikian, tekanan deflasi ditahan oleh peningkatan permintaan bahan pangan antara lain beras dan bawang putih dengan kembali beroperasinya Program MBG seiring dengan mulainya tahun ajaran baru yang turut mendorong konsumsi pada kelompok pendidikan.

Tekanan inflasi pada Agustus 2026 diprakirakan akan cenderung meningkat, antara lain dipengaruhi oleh momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan dan jasa. 

BACA JUGA:Sumsel Catat Inflasi Terkendali 2,89 Persen, Stabilitas Harga Tetap Terjaga Berkat Penguatan Ketahanan Pangan

BACA JUGA:Tekan Inflasi, Sumsel Perkuat Kerja Sama Antardaerah melalui Distribusi Bibit Bawang Merah

Lebih lanjut, tekanan inflasi dapat dipengaruhi dari dampak kondisi musim kemarau yang diprakirakan akan lebih kering, yaitu dengan curah hujan rendah yang berpotensi mengganggu kestabilan produksi komoditas hortikultura.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google