Intip Kegigihan Pak Supriyono, Warga Tengaran yang Bikin Usaha Ternak Kambing Jadi Tabungan Masa Depan
Seorang prajurit TNI anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga mendatangi usaha ternak kambing milik Pak Supriyono di Tengaran Semarang.--Pendim 0714/Salatiga for koranpalpres.com
KABUPATEN SEMARANG, KORANPALPRES.COM - Di tengah hangatnya riuh pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, geliat kemandirian ekonomi terus berdenyut di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Salah satu cerita inspiratif datang dari Pak Supriyono, warga lokal yang tekun merawat kawanan ternak kambingnya demi mengamankan masa depan keluarga.
Bagi Pak Supriyono, beternak kambing bukan sekadar rutinitas mengisi waktu luang, melainkan investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Dengan konsistensi tinggi, ia memulai aktivitasnya sejak pagi buta—mulai dari membersihkan kandang, mengatur pola pakan, hingga memantau kesehatan fisik setiap ekor kambingnya secara berkala.
BACA JUGA:Beda 54 Tahun Bukan Penghalang! Aksi Mbah Sarto dan Prada Rio Garap Rumah Ibu Sri Wudyatun
BACA JUGA:Bikin Hati Adem! Momen Kapten Sofyan Amirudin Sapa Warga Lansia di Tengah TMMD Semarang
Kedisiplinan dan ketelitian menjadi kunci utama Pak Supriyono dalam mencegah serangan penyakit pada ternaknya.
Hasilnya tak mengkhianati usaha: kawanan kambingnya tumbuh sehat, gemuk, dan terawat dengan baik.
Langkah produktif ini terbukti menjadi bantalan ekonomi yang kokoh untuk menopang kebutuhan finansial keluarga di masa mendatang.
Inisiatif mandiri Pak Supriyono tak pelak mencuri perhatian dan panen pujian dari warga sekitar.
BACA JUGA:Gaspol Hari ke-21! Satgas TMMD & Warga Desa Cukil Tetap Semangat Cor Jalan Demi Kemajuan Desa
BACA JUGA:Bikin Gemas! Intip Serunya Anak SD N 1 Cukil Ajak Bercanda Satgas TMMD 129 Tengaran Saat Istirahat
Kegigihannya dalam mengoptimalkan potensi lokal menjadi suntikan motivasi bagi tetangganya untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah demi kegiatan produktif serupa.
Kehadiran usaha skala rumah tangga seperti ini membuktikan bahwa roda perekonomian desa bisa berputar kencang dari langkah-langkah sederhana.