Kapolda Sumsel Dukung Tabur Bunga Leluhur Palembang Darussalam, Dorong Program Nyata 'Palembang Mengaji'
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho (lima dari kiri) bersama jajaran menerima audiensi Panpel Tabur Bunga Leluhur Palembang Darussalam.--Panpel Tabur Bunga Leluhur Palembang Darussalam
"Jangan hanya selesai pada acara pengukuhan, tetapi harus ada tindak lanjut yang bisa dirasakan masyarakat," tegas Sandi.
BACA JUGA: Menatap Sejarah Leluhur: Perjalanan Spiritual Peziarah Kudus ke Makam Ki Gede Ing Suro
BACA JUGA:Tradisi 1 Muharram 1448 H: Ribuan Peziarah Bakal Padati Kawah Tekurep Palembang
Mengenai aspek keamanan dan fungsi kepolisian, Sandi memastikan Polda Sumsel siap memberi pengawalan penuh.
Lebih jauh, ia bahkan melempar gagasan konkret agar panitia menginisiasi gerakan sosial-keagamaan yang menyasar generasi muda, salah satunya melalui program Palembang Mengaji.
Langkah ini didasari atas hasil survei yang menunjukkan bahwa tingkat kemampuan membaca Al-Qur'an di tengah masyarakat masih memerlukan perhatian dan perbaikan bersama.
Kebiasaan mengaji yang dahulu menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat Palembang perlu dihidupkan kembali lewat pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.
BACA JUGA:Mengenal Sosok Ratu Sinuhun: Simbol Emansipasi Saat Ziarah Sultan Palembang dan DWP Sumsel
"Apa yang bisa dikerjakan budayawan, silakan berjalan. Pemerintah juga menjalankan perannya, ulama memberikan pembinaan, dan kami dari kepolisian siap mendukung," tutur Irjen Sandi.
"Kalau semua dirangkul dan dijahit menjadi satu, itu akan menjadi kekuatan besar. Tetapi kalau berjalan sendiri-sendiri, hasilnya akan kecil," tambahnya optimis.
Menghidupkan Kembali Marwah dan Sejarah Kesultanan Palembang Darussalam
Gagasan Kapolda Sumsel tersebut disambut hangat oleh Dewan Pengarah Panitia, Ustadz Amak.
Ia mengingatkan kembali akar sejarah kota Palembang yang diwariskan oleh pendirinya.