https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Kapolda Sumsel Dukung Tabur Bunga Leluhur Palembang Darussalam, Dorong Program Nyata 'Palembang Mengaji'

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho (lima dari kiri) bersama jajaran menerima audiensi Panpel Tabur Bunga Leluhur Palembang Darussalam.--Panpel Tabur Bunga Leluhur Palembang Darussalam

"Sultan Abdurrahman, pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, sejak awal menginginkan kota ini menjadi wilayah yang aman, sejahtera, dan terbuka bagi siapa saja yang berkunjung," jelas Ustadz Amak.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Panitia Vebri Al-Lintani memaparkan bahwa kegiatan Tabur Bunga Leluhur Palembang Darussalam dirancang sebagai pemantik gerakan kebudayaan yang lebih luas.

Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, Palembang memang diakui sebagai salah satu kota tertua di Indonesia yang pernah menjadi pusat Kerajaan Maritim Sriwijaya sekaligus pusat peradaban Buddha di Asia Tenggara.

BACA JUGA:Tradisi Menjelang Ramadan, Ratusan Santri Al Lathifiyyah Ziarahi Makam Guru Fiqih KH Kgs Nawawi Dencik, Siapa?

BACA JUGA:Pesan Mendalam Sultan Palembang SMB IV Fauwaz Diradja di Balik Kemegahan Ziarah Kubro 2026

Namun, Vebri menyoroti bahwa narasi sejarah Palembang selama ini terlalu didominasi oleh era Sriwijaya, sementara era Kesultanan Palembang Darussalam justru kurang mendapat porsi yang seimbang.

Padahal, masa Kesultanan inilah yang meletakkan fondasi tradisi, penerapan syariat Islam, mazhab Syafi'i, serta etika keagamaan yang dihidupi warga hingga hari ini.

Ia juga menyinggung bagaimana nilai-nilai di era Kesultanan perlahan mulai memudar seiring perubahan sosial.

"Tradisi kehidupan kampung atau guguk yang dahulu menjadi pusat pembinaan masyarakat—termasuk kebiasaan anak-anak mengaji di musala selepas Magrib hingga Isya—kini tidak lagi sekuat dulu. Kita ingin menghidupkan kembali semangat itu," ungkap Vebri.

BACA JUGA:Jangan Asal Datang! Ini Tata Cara Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan Tiba yang Benar Menurut Adab Islam

BACA JUGA:Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Amalan Penuh Makna Menjelang Ramadhan

Sinergi Pemda dan Solusi Menghadapi Persoalan Sosial

Gerakan penguatan identitas Palembang Darussalam ini juga mendapat karpet merah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Beberapa program strategis yang disiapkan antara lain penggunaan aksara Arab Melayu pada fasilitas publik serta revitalisasi kompleks makam para sultan dan tokoh bersejarah.

Bahkan, nama kegiatan Tabur Bunga Leluhur sendiri merupakan usulan langsung dari Gubernur Sumsel agar pesan acara ini terasa lebih membumi, mudah dipahami masyarakat luas, serta beresonansi di tingkat nasional.

BACA JUGA:Datangi Makam Pahlawan, Polres Ogan Ilir Lakukan Tabur Bunga dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 80

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google