Wow! Ada Rakor di Kantor Kejati Sumsel, Apa Pembahasannya
Bertempat di Kantor Kejati Sumsel, telah dilaksanakan kegiatan Rakor Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat, Rabu 22 Januari 2025.--Kurniawan/Koranpalpres.Com
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) tepatnya di Ruang Aula lantai 5, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (Pakem), Rabu 22 Januari 2025.
Kegiatan rapat tersebut dipimpin oleh Kasi B Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Belmento, S.H., M.H.
Dan Dian Marvita, SH Jaksa Fungsional dengan moderator Dodi Afriyanto, SH., M.H Fungsional Sandiman Bidang Intelijen Kejati Sumsel.
"Bahwa dalam kegiatan rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Dr. Malan Abdullah," ujar Belmento.
BACA JUGA:Pejabat Tinggi Kejati Sumsel Ini Pimpin Apel Integritas Menuju WBBM, Siapa?
BACA JUGA:Jajaran Pejabat Kejati Sumsel Ikuti Rakernas Kejaksaan RI Secara Daring, Acara Apa?
Direktur Intelijen Keamanan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan diwakili oleh AKBP Sukarmin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan diwakili oleh Cahyo Sulistiyaningsih.
Kepala Badan Intelijen Daerah Sumatera Selatan diwakili oleh Mayor Mulyawan, Asisten Intelijen Komando Daerah Militer II Sriwijaya diwakili oleh Jamal A.
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumatera Selatan diwakili oleh Efriansyah.
MUI Sumsel yang diwakili oleh Nurkhalis, Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Irwan.
BACA JUGA:Asintel Kejati Sumsel Hadir Dalam Rakor Diselenggarakan Pemprov, Tentang Apa?
BACA JUGA:Wah! Ternyata Pejabat Kejati Sumsel Ini Jadi Narasumber Webinar PR Bandung, Siapa dan Apa Temanya?
Rapat tersebut dibuka oleh kata sambutan dari Kasi B Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Belmento, S.H., M.H.
"Kemudian dilanjutkan penyampaian informasi dan pendapat dari masing-masing tamu dimulai dari perwakilan MUI menyampaikan bahwa adanya aliran kepercayaan yang menyimpang di wilayah Sumsel," katanya.