"Meskipun sudah banyak warga luar daerah yang datang ke Pagaralam, harga sayuran dan semacamnya belum terlalu ada perubahan. Masih terhitung normal," terangnya.
BACA JUGA:Sajian Nusantara, Resep Membuat Sayur Bening Kuah Segar Bikin Nyaman Perut
BACA JUGA:Wah! Ada Pembinaan Sayur Mayur di Wilayahnya, Apa Tujuan Babinsa Kodim Lampung Utara Ini!
Hal tersebut juga diungkapkan, Wan, yang juga merupakan agen sayur atau pengepul sayur Pagaralam, menurut dia, kenaikan harga sayur mayur sepertinya tidak ada kaitanya dengan kedatangan wisatawan, karena untuk di Pagaralam sudah sangat biasa, salah satu penyebab naik turunnya harga sayuran tersebut bergantung dengan produktivitas sayuran itu sendiri.
Namun sekarang, kata dia, petani di Kota Pagaralam lagi memasuki musim panen kopi, sehingga wajar jika sayuran agak berkurang, karena sebagian petani sibuk mengurus kebun kopi dan inilah sebabnya kenapa harga sayuran pun ikut naik.
"Itu dapat dilihat dari truk-truk pengangkut sayur yang berangkat dimana biasanya seharinya bisa 10 hingga lebih truk yang berangkat, namun sekarang kadang tinggal 6-7 truk saja," kata dia.
Akan tetapi, menurut dia, jumlah tersebut masih tergolong stabil untuk kategori produksi sayur mayur di Kota Pagaralam, yang dikenal sebagai daerah sentra sayur-mayur di Sumsel.
BACA JUGA:Wow, Cawabup Lahat Borong Sayuran dan Jengkol, Widia: Sekalian Dengar Keluhan Pedagang
BACA JUGA:Sentra Sayur dan Buah, Kecamatan Dempo Utara di Kota Pagaralam ini Layak Jadi Tujuan Agrowisata
Terkait kenaikan ongkos kirim keluar kota sendiri, akibat sempat langkanya BBM beberapa waktu lalu, dikatakan Wan, sebenarnya sebelumnya pun pernah mengalami hal tersebut, akan tetapi tidak terlalu memberatkan para pengepul karena masih tergolong wajar.
"Lebih ke toleransi saja, biasanya meskipun ongkos sudah ditetapkan namun tetap saja kita bayar lebih kepada supir truk yang biasanya untuk uang makan ataupun semacamnya, sehingga dari 250 rupiah perkilogram (ongkos) ada yang bayar dari 350-500 rupiah perkilogram," terangnya.
Jadi memang saat ini sepertinya memang tidak ada kenaikan sayuran sebab ketercukupan persediaan masih tergolong stabil.
Pihak Disperindagkop UKMPP sendiri akan terus melakukan monitoring harga selama libur nataru ini.