PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Arca Batu Gajah menjadi bukti maha karya berupa seni pahat yang diprediksi sudah ada sejak masa Megalitikum.
Asal usul Arca Batu Gajah ini diduga sudah berasal dari abad 1 masehi yang berhubungan dengan hal-hal yang bernilai sacral.
Kini, Arca Batu Gajah tersimpan apik di Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa dan menjadi salah satu koleksi masterpiece dari museum milik Pemprov Sumsel.
Dari sana, keberadaan Arca ini merupakan bukti jelas bahwa Sumatera Selatan tidak hanya kaya dengan sejarah kerajaan, tetapi juga memiliki fondasi budaya yang kokoh sejak ribuan tahun yang lalu.
Informasi yang dihimpun koranpalpres.com, arca Batu Gajah ditemukan Van den Hoop arkeolog asal Belanda tahun 1930an di Desa Kota Raya Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.
Arca ini terbuat dari jenis batuan andesit porous, yang menggambarkan seorang prajurit yang sedang mengendarai seekor gajah lengkap dengan artibut dan senjata berupa belati yang terbuat dari logam besi.
Arca Batu Gajah juga dibuat dengan simbol-simbol dan memiliki nilai historis serta bukti sebuah karya seni yang tinggi.
Batu Gajah ini menjadi bukti tingginya tingkat teknologi seni pahat yang dicapai masyarakat pada masa megalitikum.
BACA JUGA:Komisi X DPR RI Dukung Penguatan Museum Negeri Sumsel sebagai Pusat Edukasi dan Pelestarian Budaya
Diduga arca ini berasal dari abad 1 masehi, dari wujud fisiknya, arca ini tidak hanya bernilai profan, tetapi juga berhubungan dengan hal-hal yang bernilai sakral.
Keunikan Arca Batu Gajah terletak pada kombinasi antara aspek seni dan spiritual yang melekat dalam setiap pahatan dan bentuknya.
Masyarakat megalitikum yang menciptakan arca ini tentu bukan sembarang komunitas biasa.