MARTAPURA, KORANPALPRES.COM - Pemerintah Kabupaten OKU Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung tata kelola pembangunan berbasis data.
Hal ini tercermin dari kehadiran langsung Bupati OKU Timur, Ir H Lanosin, MT, MM, dalam peluncuran Output Sistem Satu Data Desa Indonesia (SDDI) dan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang digelar di Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang.
Peluncuran ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto, SSt, SSi, MSi, serta Plt Kepala BPS Kabupaten OKU Timur, Anwar Ashari, SE,MM Bersama Bupati Enos, mereka secara resmi meluncurkan output SDDI dan Desa Cantik untuk Desa Sukaraja. Kamis, 07 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa ketenteraman dan kemajuan sebuah desa hanya bisa dicapai jika ditopang oleh data yang kuat.
BACA JUGA:Aneh! 15 Perusahaan Tambang Nunggak Pajak, Bapenda OKU Timur Mengaku Tak Kantongi Nama
BACA JUGA:Enos Tekankan Dedikasi, KONI OKU Timur Diminta Fokus Majukan Olahraga Daerah
"Data adalah fondasi pembangunan. Operator desa harus terus memperbarui data yang dimiliki agar perencanaan bisa dilakukan dengan tepat sasaran," ujarnya.
Menurut Bupati, data yang akurat tidak hanya membantu dalam melihat kondisi nyata di lapangan, tetapi juga mempermudah kepala desa dalam menyusun rencana kerja yang berjenjang dan terukur.
Program Desa Cantik Desa Cinta Statistik diharapkan mampu mendorong desa agar lebih tertata dan terarah.
"Ketika desa sudah tertata dengan baik melalui data yang mutakhir, maka pemerintah kabupaten pun akan lebih mudah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran," tambahnya.
BACA JUGA:Bupati OKU Timur Dapat Apresiasi, Irma: 98% Warga Miskin Sudah Tercover BPJS Kesehatan
BACA JUGA:Wabah DBD Mulai Mengintai, Dinkes OKU Timur Gercep Lakukan Fogging dan Sebar Abate di Trimoharjo
Bupati juga menyampaikan harapannya secara tegas ingin Desa Sukaraja menjadi yang terbaik secara nasional.
"Kita harus buktikan bahwa desa kita mampu bersaing dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya." imbuhnya.
Kepala BPS Provinsi Sumatra Selatan Wahyu menegaskan pentingnya peran aktif desa dalam pembangunan.