Indosat Berhasil Tangkis 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam

Senin 09 Feb 2026 - 15:36 WIB
Reporter : Ella Sulistiana
Editor : Ella Sulistiana

“Kami juga terbuka untuk masukan dan senang dengan kesempatan yang diberikan untuk turut membantu memberdayakan masa depan digital Indonesia,” katanya.

Fitur Baru: Perlindungan yang Semakin Cerdas dan Mudah Diakses

Modus kejahatan digital semakin beragam dan mengancam masyarakat Indonesia. 

BACA JUGA:Gak Ada Lawan! Tablet Terlengkap dan Terbaik Redmi Review Redmi Pad 2 Pro Spek Flagship

BACA JUGA:Murah Tapi Gak Murahan! 5 Rekomendasi Tablet Kerja Harga 2 Jutaan

Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA) menunjukkan bahwa hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dengan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam 12 bulan terakhir, dan rata-rata setiap korban mengalami penipuan hingga 2,2 kali. 

Selain itu, menurut data OJK, Sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada 22 November 2024 sampai dengan 14 Januari 2026, IASC telah menerima pengaduan penipuan dari konsumen dengan total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun, yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi, kepercayaan publik, dan kesejahteraan masyarakat. 

Hal tersebut mendorong Indosat bersama Tanla terus menyempurnakan sistem perlindungan agar tetap relevan dan mudah digunakan.

Bagi pelanggan IM3, layanan ini hadir melalui SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam). 

 

Sementara itu, pelanggan Tri dapat memanfaatkan fitur TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.

Melalui pengembangan terbaru, pelanggan kini dapat menikmati:

● Auto blokir SMS penipuan

● Deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP

● Pop-up notifikasi panggilan telepon sesuai tingkat risiko

● Ringkasan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi

Kategori :