Dari Kebun Sendiri, Warga Pengabuan Kini Lebih Sehat Berkat Program PERMATA Pertamina

Selasa 14 Apr 2026 - 13:38 WIB
Reporter : Andre
Editor : Firyansyah

“Dulu kami hanya menanam dan memanfaatkan seadanya. Sekarang kami lebih paham bagaimana menjaga kesehatan dari apa yang kami tanam sendiri," ucap Hermanila.

BACA JUGA:Operasi SAR Berakhir, Remaja Tenggelam di Sungai Keruk Kertapati Ditemukan Meninggal Dunia

BACA JUGA:Kamu Baik, Tapi Kok Dijauhi? Bisa Jadi 6 Hal Ini yang Sering Kamu Abaikan dan Menyakiti Perasaan Orang Lain

Budidaya tanaman herbal mampu meringankan pengeluaran biaya kesehatan rumah tangga Hermanila dan kawan-kawan hingga 30 persen per bulan.

Selain itu, mereka juga sudah bisa memproduksi minuman herbal instan, seperti seperti Sirup Rosella, Ramuan Instan, dan Tisane Herbal. Berkat penjualan produk-produk itu, pendapatan anggota KWT Selaras Alam meningkat dari sekitar Rp1,5 juta per bulan menjadi Rp4,2 juta per bulan.

"Rasanya lebih tenang karena kami bisa lebih mandiri untuk keluarga kami,” ujar Ibu Hermanila.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal menyampaikan program PERMATA menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.

BACA JUGA:Sinergi Pertamina Patra Niaga dan Dirjen Migas Pastikan Pasokan LPG Aman dan Tepat Sasaran

BACA JUGA:Perluas Pasar, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Pamerkan Produk Unggulan UMKM di Ajang Dekranasda

PEP Adera Field tak hanya berfokus memberikan keterampilan baru kepada masyarakat. Perusahaan juga ingin mendorong cara pandang baru bahwa kesehatan bisa dibangun melalui kemandirian.

"Melalui PERMATA, warga diajak memahami pentingnya pola hidup sehat. Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari fasilitas besar, tetapi bisa dimulai dari apa yang mereka tanam dan konsumsi setiap hari," kata Iwan.

Program ini telah melibatkan sekitar 60 orang penerima manfaat aktif. Lebih dari separuh penerima manfaat merupakan perempuan yang berperan sebagai penggerak utama di tingkat keluarga dan komunitas.

Oleh karena itu, PERMATA telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui penyebaran praktik pertanian sehat dan pemanfaatan herbal kepada masyarakat di luar kelompok inti.

BACA JUGA:Pasca Lebaran, Pertamina Kilang Plaju Pastikan Keandalan Operasional dan Pasokan Aman

BACA JUGA:Stok BBM Aman, Pertamina Imbau Warga Tak Perlu Panic Buying

*Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4*

PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

Kategori :