Jelang Imlek 2575 Atraksi Unik Ini Selalu Ada Setiap Perayaan, Bagaimana Sejarahnya?

Jumat 19 Jan 2024 - 14:11 WIB
Reporter : Aguz Pongki
Editor : Aguz Pongki

Nama barongsai ini sendiri merupakan campuran atau dari akulturasi antara kebudayaan Nusantara dengan Budaya Cina. 

Kata 'Barong' merujuk pada salah satu kesenian yang berasal dari Indonesia, para penarinya menari memakai boneka atau kostum, sedangkan kata 'Sai' berasal dari bahasa Hokkian yang artinya singa.

Perlu diketahui, kostum barongsai ini bukan sembarang kostum. 

BACA JUGA: Tahun Naga Kayu 2024 Atau Imlek 2575, Ini Makna dan Ramalan 12 Tanda tentang Shio Naga Kayu Tersebut

BACA JUGA:Kunker Ke Polres OKU Timur, Ini Arahan dan Pesan Orang Nomor Dua di Mapolda Sumsel Ke Personel

Berat kepala barongsai bisa mencapai 25 kilogram, bagian kepala barongsai dibuat dari olahan pulp atau bubur kertas. 

Dengan bobot yang seberat itu, maka tidak heran jika di negara asalnya, setiap pemain barongsai ini pasti menguasai ilmu bela diri Wu Shu.

Pernah Dilarang 

Pada masa pemerintahan orde baru, barongsai tidak diizinkan untuk ditampilkan. 

BACA JUGA:Peringatan Tahun Baru Imlek 2575, Shio Naga Kayu Dipercaya Membawa Perubahan

BACA JUGA:Lowongan Kerja Admin Logistik PT Hiro Group Indonesia

Satu-satunya tempat di Indonesia yang boleh menampilkan pertunjukan tarian barongsai secara besar-besaran hanya ada di Kota Semarang.

Tepatnya adalah di panggung besar kelenteng Sam Poo Kong atau lebih dikenal juga dengan Kelenteng Gedong Batu.

Setelah tahun 1998, kesenian barongsai dan kebudayaan China mulai bangkit lagi. 

Atraksi meriah dan unik ini diizinkan lagi di Indonesia untuk tampil dan jadi tontonan yang menarik buat masyarakat.

BACA JUGA:Jadwal Perayaan Tahun Baru Imlek 2575/2024 M, Ramalan dan Shio Serta Kapan Libur dan Cuti Bersama?

Kategori :