https://palpres.bacakoran.co/

Langka dan Misterius, Jamur Kulak Manuk Kian Sulit Ditemukan di Kebun Komering

Langka dan Misterius, Jamur Kulak Manuk Kian Sulit Ditemukan di Kebun Komering--bacakoranpalpres

MARTAPURA, KORANPALPRES.COM - Di tengah derasnya perubahan zaman dan menyusutnya hutan rimbun, satu demi satu jejak tradisi mulai menghilang.

Salah satunya, jamur kulak manuk — si mungil misterius yang dulu akrab di dapur masyarakat Komering, kini makin sulit ditemukan.

Disebut sebagai "kulak manuk", jamur ini bukan sembarang jamur.

Ia tidak tumbuh di ladang jamur, tidak bisa dibudidayakan, dan tak ada pola pasti tentang kapan akan muncul.

BACA JUGA:Enaknya Beneran! Resep Miso Goreng Jamur Kuping, Bikinnya Simple dan Praktis

BACA JUGA:6 Olahan Sate Jamur, Nikmat Berasa Makan Daging Rasanya Enak Bingits

Bagi sebagian warga Komering, jamur ini adalah "kiriman dari langit", anugerah yang datang hanya saat alam berkenan.

“Dulu sekali keliling kebun, bisa dapat sepanci. Sekarang? Kadang satu pun tidak ada,” ujar Yuli (49), warga BP Peliung, dengan nada rindu. Ia mengaku, terakhir kali menemukan kulak manuk dalam jumlah banyak sudah bertahun-tahun lalu.

Jamur ini hanya muncul saat musim hujan, itupun tak sembarang hujan.

Gerimis rintik tipis di pagi hari dipercaya sebagai waktu terbaik.

BACA JUGA:Menu Buka Puasa 2024 Resep Simple Misoa Goreng Jamur Kuping, Nikmat Makan Bareng Keluarga

BACA JUGA:Menu Buka Puasa 2024 Resep Simple Misoa Goreng Jamur Kuping, Nikmat Makan Bareng Keluarga

Jika hujan terlalu deras atau disertai angin, kulak manuk enggan muncul.

Kulak manuk biasanya tumbuh di bawah pohon besar di tanah lembab yang bebas rumput liar.

Namun, seiring maraknya pembukaan lahan dan penebangan pohon, habitat alaminya semakin terdesak. Kebun yang dulu sejuk dan teduh, kini terbuka dan kering.

“Pohon-pohon besar ditebang, tanah jadi panas dan keras. Kulak manuk tidak suka itu,” tambah Yuli.

BACA JUGA:Kuliner Unik Jamur Mata Kerbau yang Tumbuh Saat Musim Hujan, Simak di Sini Cara Memasaknya

BACA JUGA:Lestarikan dan Revitalisasi Bahasa Daerah Komering, Disdikbud OKU Timur Gelar Acara Ini

Selain rasanya yang gurih dan teksturnya kenyal, jamur ini juga menyimpan kenangan masa kecil bagi banyak warga.

Biasanya dimasak pindang khas Komering, kulak manuk tak hanya menghangatkan perut, tapi juga hati.

Yang membuatnya semakin istimewa, hingga kini belum ada yang berhasil membudidayakan jamur ini, tidak ada bibit, tidak ada teknik tanam.

Ia hanya tumbuh di tempat dan waktu yang dikehendaki alam.

BACA JUGA:Viral! Sempat Dikira Jamur, Bunga Bangkai Tumbuh di Pekarangan Rumah Warga

BACA JUGA:Sekali Coba Menggoyangkan Lidah Kamu! Inilah 5 Kuliner Khas Ogan Komering Ilir yang Populer dan Lezat

Kini, kulak manuk menjadi simbol kerinduan akan masa lalu—akan alam yang lebih ramah, hutan yang masih perawan, dan tradisi yang hidup dari generasi ke generasi.

Masyarakat Komering pun hanya bisa berharap: semoga kulak manuk tidak benar-benar menghilang, agar anak cucu kelak masih bisa menikmati kiriman dari langit ini, sebagaimana leluhur mereka dulu pernah melakukannya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan