Pesan Rektor UIN Raden Fatah Palembang di Wisuda ke-92, Era Disrupsi Jadi Sorotan
Plt Rektor UIN Raden Fatah Palembang menyoroti peluang dan tantangan di era disrupsi pada wisuda ke-92--Ist
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang meluluskan sarjana baru pada prosesi Wisuda ke-92, Sabtu 26 April 2025.
Dalam wisuda ke-92, Plt Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A menyoroti era disrupsi yang bisa dijadikan peluang maupun tantangan bagi sarjana.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang menjelaskan, era disrupsi sejalan dengan perkembangan teknologi digital.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi sebuah tantangan bagi seluruh anak bangsa khususnya para akademisi atau Sarjanawan muslim sebagai kaum yang terdidik.
BACA JUGA: 72 Mahasiswa Fakultas Saintek UIN Raden Fatah Resmi Sandang Gelar Sarjana
BACA JUGA:FDK UIN Raden Fatah Palembang Luluskan 106 Mahasiswa, Begini Pesan Dekan Syarifuddin
“Dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah tatanan kehidupan, baik bernilai positif maupun negatif,” ujar Prof Adil.
Dampak positif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentu memberikan kemudahan dan meringankan beban pekerjaan bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai karya inovasi.
“Kita dapat berkomunikasi secara langsung di dunia maya melalui berbagai aplikasi dan media sosial seperti Whatsapp, Telegram, Youtube, Zoom meeting, dan media lainnya. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan perkuliahan dapat tetap dilakukan tanpa harus dating ke sekolah maupun kampus,” katanya.
Di sisi lain, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menghadirkan tantangan. Seperti banyak sekali tenaga manusia digantikan oleh tenaga robot atau saat ini kita kenal dengan isitilah artificial intelligence.
BACA JUGA:Catar Akpol jalani Seleksi CAT Psikologi di UIN Raden Fatah Jakabaring, Berapa Jumlahnya
BACA JUGA:UIN Raden Fatah Palembang Gelar Pembinaan SDM Bersama Biro SDM Sekjen Kemenag RI
“Pesatnya perkembangan teknologi juga memberikan berbagai dampak negatif dalam berbagai aspek
kehidupan manusia seperti agama, pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya, sebagai akibat dari penyalahgunaannya,” katanya.
Pada aspek agama, penyalahgunaan teknologi menjauhkan manusia dari nilai-nilai agama melalui berbagai media.