https://palpres.bacakoran.co/

SMB IV Fauwaz Diradja Sempat Menangis Saat Datangi Benteng Fort Oranje di Ternate, Ternyata ini Penyebabnya!

Kepala Museum Sejarah Ternate, Rinto Taib (kanan) menyerahkan cendera mata berupa buku berjudul "Kora Kora" kepada Sultan Palembang Darussalam, SMB IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diradja.--kesultanan palembang darussalam for koranpalpres.com

TERNATE, KORANPALPRES.COM – Dalam rangkaian lawatannya ke Ternate, Maluku Utara, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo Raden Muhammad (RM) Fauwaz Diradja sempat mengunjungi Benteng Fort Oranje.

Di benteng yang berada di pusat Kota Ternate itu, keturunan ke-6 SMB II ini sempat berurai air mata melepas kesedihan mendalam.

Beliau membayangkan bagaimana penderitaan kakek moyangnya, SMB II yang sempat dipenjara oleh penjajah Belanda dalam benteng yang berlokasi di Jalan Hasan Boesoeri, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah itu. 

Dulunya benteng tersebut berada di tepi Pantai, yang kemudian menjadi berada di pusat kota lantaran adanya reklamasi.

BACA JUGA:Selain Audiensi Walikota Ternate, ini Agenda Penting SMB IV Pimpin Delegasi Kebudayaan di Maluku Utara

BACA JUGA:SMB IV Pimpin Delegasi Kebudayaan Palembang Sumsel Kunjungi Keraton Kecil Ternate, Sekjen FSKN Tersanjung

Kedatangan SMB IV bersama rombongan Delegasi Kebudayaan Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel) disambut Kepala Museum Sejarah Ternate, Rinto Taib. 

Dalam kesempatan itu, Rinto Taib menyerahkan cendera mata buku berjudul “Kora Kora” untuk Gubernur Sumsel Herman Deru dan Walikota Palembang Ratu Dewa diwakilkan kepada Vebri Al Lintani dan Mang Dayat.

Di sela lawatan tersebut, anggota rombongan yakni Vebri Al Lintani sempat membacakan syair Burung Nuri, Ali Goik membacakan syair Sultan Mahmud Badaruddin dan Fir Azwar membacakan Syair Burung Nuri.

Ketiga seniman Palembang ini membacakan syair persis di depan pintu penjara yang sempat ditempati SMB II dalam Benteng Fort Oranje.

BACA JUGA:Temui SMB IV Fauwaz Diradja, Bang Onim Ceritakan Penderitaan Rakyat Palestina Dijajah Israel

BACA JUGA:Bandara SMB II Palembang Resmi Internasional Lagi, Warga Sumsel Segera Bisa Terbang ke Luar Negeri

Diketahui, kawasan cagar budaya Benteng Oranje dahulunya merupakan pusat perdagangan rempah dunia dengan ditetapkannya sebagai pusat organisasi dagang (VOC) sebelum akhirnya dipindahkan ke Batavia (Jakarta).

Kawasan ini meninggalkan jejak panjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia (heritage defence) yang penuh tragedi, epos kepahlawanan hingga jejak kejayaan masa lalu yang mendunia dan juga memukau di masa kini.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan