INOVASI! PKM Kota Agung Lahat Sediakan Minum Sehat Jamu Tradisional, Ini Buktinya
MINUM JAMU : Anggota DPRD Lahat dapil 4 sedang meminum jamu tradisional di PKM Kota Agung-Bernat/koranpalpres.com-
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Ada pemandangan yang cukup menarik berada di Puskesmas Kota Agung, yang mana jajaran menyediakan layanan minum jamu tradisional disiapkan setiap Senin, diperuntukkan kepada masyarakat umum.
Kepala PKM Kota Agung, H Dodi Iskandar SKep Ners membenarkan, bahwasanya inovasi ini dinamakan Seminjam (Sehat Minum Jamu), dengan bekerjasama dengan Pokja 4 TP PKK Kecamatan Kota Agung.
"Bahan baku atau ramuan dari jamu tradisional ini merupakan bagian mudah dijumpai, bahkan dapat ditanam di perkarangan rumah warga," sebut dia, Senin 26 Mei 2025.
Nah, manfaat dari meminum jamu ini secara rutin tentu saja, mampu menghilangkan pegal linu, masuk angin hingga pemeliharaan kesehatan jangka panjang.
BACA JUGA:Dorong Pelaku IKM kembangkan Produk jamu Tradisional, Pemkab OKU Timur Berikan Bantuan Ini
"Menu minuman jamu ini setiap Senin disediakan secara bergantian, dan Alhamdulillah masyarakat begitu antusias dan manfaatnya begitu terasa sekali," imbau dirinya.
Sebut saja, sambungnya, ramuan dari racikan kunyit asam paling sering dikonsumsi oleh masyarakat lokal, seperti namanya minuman herbal ini terbuat dari kunyit (curcuma longa) dan asam jawa (tamarindus indica).
"Apabila ditambah dengan bahan alami lainnya akan memberikan efek luar biasa, yang mana, manfaat kunyit asam ini diantaranya, mengurangi gejala nyeri menstruasi. Sebab mengandung sifat antispasmodik meredakan kram perut serta menghilangkan rasa nyeri," imbaunya.
Dia mengemukakan, beras kencur, temulawak, ginseng, jahe dan lengkuas kesemuanya merupakan bahan ramuan alami, memiliki khasiat mumpuni bermanfaat bagi tubuh manusia.
BACA JUGA:Nissan March Kini Jadi Mobil Listrik, Intip Spesifikasi dan Desain Terbarunya
BACA JUGA:Ingin Mengambil KPR Bersubsidi yang Berkualitas? Perhatikan 7 Tips Berikut Ini!
"Tentu saja, PKM Kota Agung berkolaborasi TP PKK Pokja 4 ini sudah berlangsung sejak lama, hingga dewasa ini inovasi tersebut terus bergulir," sebut dia.
H Dodi Iskandar berharap, dari sinilah pihaknya memberikan dampak positif sekaligus kreasi, tidak perlu mengeluarkan biaya besar.