Saran Gubernur Herman Deru kepada Regional CEO BRI Palembang, Sinergi Penguatan Koperasi Merah Putih
Gubernur Sumsel Herman Deru terima kunjungan Regional CEO BRI Palembang Luthfi Iskandar beserta jajarannya.-Humas Pemprov Sumsel-
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menerima kunjungan audiensi Regional CEO Bank Rakyat Indonesia (BRI) Palembang, Luthfi Iskandar, beserta jajarannya, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel.
Pertemuan ini bertujuan mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan BRI dalam memperkuat program ekonomi kerakyatan, khususnya Koperasi Merah Putih.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Luthfi Iskandar di Bumi Sriwijaya.
Ia menyampaikan apresiasi atas peran aktif BRI dalam mendukung pembangunan daerah, terutama pada sektor keuangan mikro dan koperasi.
Gubernur secara khusus menyoroti pentingnya keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Ia menyebut program tersebut sebagai langkah strategis untuk pemerataan ekonomi di tingkat akar rumput.
Namun, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa masih banyak masyarakat Sumsel yang belum memahami mekanisme pengelolaan keuangan koperasi.
Hal ini berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari apabila tidak diiringi dengan edukasi dan pendampingan yang memadai.
“Saran saya sebagai pimpinan daerah, agar dilakukan bimbingan terlebih dahulu. Mungkin BRI bisa bermitra dengan satuan tugas koperasi untuk mengadakan interaksi langsung dengan calon pengelola dan anggota koperasi,” ucap Herman Deru.
Menurutnya, pemahaman awal tentang model bisnis koperasi dan risiko keuangan sangat penting.
Dengan edukasi yang tepat, masyarakat akan lebih siap dan mampu mengelola koperasi secara mandiri dan bertanggung jawab, tanpa terjebak masalah yang disebabkan oleh ketidaktahuan.
Gubernur juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap para pengurus koperasi, yang sebagian besar merupakan warga lokal.
Ia berharap BRI turut serta dalam memberikan edukasi dan sistem perlindungan keuangan melalui produk dan layanan yang inklusif.
“Pengurus koperasi ini masyarakat kita sendiri, harus kita proteksi. Program ini tetap berjalan, tetapi dengan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai keterbatasan pemahaman masyarakat justru menjadi masalah besar nantinya,” imbuhnya.