Menguak Mitos Burung Perkutut Satu Kaki, Katuranggan Langka dengan Tuah Peneguh Hati dan Batin
Menguak Mitos Burung Perkutut Satu Kaki, Katuranggan Langka dengan Tuah Peneguh Hati dan Batin--YT/ Harta Langit Channel
KORANPALPRES.COM - Di balik keunikan fisik burung perkutut satu kaki, tersimpan segudang mitos dan filosofi yang telah diwariskan turun-temurun dalam budaya Jawa.
Dikenal dengan nama Pathok Bangkrong, burung perkutut ini dipercaya bukan sekadar burung anggungan biasa, melainkan katuranggan langka yang membawa tuah sebagai peneguh hati, penjaga batin, dan pelindung gaib bagi pemiliknya.
Meski secara lahiriah tampak "cacat", burung ini justru dipuja sebagai katuranggan langka.
Burung perkutut satu kaki bukan burung sembarangan.
BACA JUGA:Terlihat Mirip Padahal Beda, Inilah Perbedaan Burung Perkutut dengan Tekukur, Jangan Sampai Salah!
Dalam dunia perkutut katuranggan yaitu ilmu pengetahuan dan filosofi tentang ciri khas (fisik maupun metafisik) burung kondisi lahir dengan satu kaki bukan dianggap sebagai kekurangan, melainkan pertanda khusus.
Ini bukan burung yang kakinya hilang karena cedera, melainkan benar-benar terlahir hanya dengan satu kaki, sebuah ciri katuranggan yang dikenal dengan nama pathok bangkrong.
Menariknya, meskipun memiliki satu kaki, burung ini tetap bisa nangkring di tangkringannya dengan tenang dan stabil.
Ini seolah menjadi simbol dari keteguhan hati bahwa meski tidak sempurna secara fisik, burung ini tetap mampu menjalani hidupnya dengan tenang dan percaya diri.
BACA JUGA:Jangan Salah Pilih! Ini Ciri Asli Perkutut Rajek Wesi Bertuah Penangkal Santet
Dalam budaya Jawa, istilah pathok bangkrong merujuk pada sebuah patok atau penyangga yang kokoh dan tidak goyah.
Filosofi ini diadopsi dalam dunia perkutut sebagai bentuk perwujudan karakter: pribadi yang teguh pendirian, tidak mudah dipengaruhi, dan kuat secara mental maupun spiritual.