12 Warga OKU Timur Terjangkit HIV, Pengobatan Harus Dijalani Seumur Hidup
Kasus HIV Kembali Muncul di OKU Timur, Penanganan Butuh Komitmen Jangka Panjang--bacakoranpalpres
MARTAPURA, KORANPALPRES.COM - Kasus baru HIV/AIDS kembali bikin deg-degan di Kabupaten OKU Timur.
Pasalnya hingga Juni 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada 12 kasus baru.Yang bikin menakutkan 12 kasus baru ini didominasi laki laki yang terkena.
“Ini yang terdeteksi kasus baru ya bukan kasus lama,dan 12 orang ini perempuan dan laki laki terkena,penyebabnya akibat humo dan pencinta sesama jenis,” terang Kadinkes Yakub melalui Kabid P2P Umi Kosim, diruang kerjanya.
Umi mengatakan,walau hanya 12 orang tetap harus jadi perhatian karena HIV tidak bisa disembuhkan dan pengobatannya seumur hidup,” ungkapnya,
BACA JUGA:Dinkes Lahat Ungkap 88 Kasus HIV/AIDS Kurun 5 Tahun, Disumbang dari Kelompok Ini
BACA JUGA:Pj Walikota Dukung Penuh Kegiatan Seminar Edukasi Pencegahan HIV AIDS Bagi Siswa SMA di Palembang
Kalau kasus HIV pasti meningkat, karena kasus HIV ini akumulasi jadi dia tidak akan di delete dari kasus karena pengobatan HIV seumur hidup.
Dikatakanya,bahwa penemuan kasus HIV sebagian besar terdeteksi melalui program triple eliminasi yang menyasar kelompok berisiko tinggi, termasuk ibu hamil dan pekerja seks.
Lanjutnya, pemeriksaan HIV/AIDS rutin dilakukan terhadap seluruh ibu hamil . Selain itu, sasaran lainnya adalah pekerja seks komersial (PSK), pengguna narkoba suntik, serta laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).
“Biasanya dari kelompok itu kita temukan kasus baru. Termasuk penderita TBC juga wajib tes HIV,” kata Umi.
BACA JUGA:Infeksi HIV Jangan Dianggap Sepele! Kenali Cara Penularan HIV
BACA JUGA:Enos Kukuhkan IPOK dan Pesmina OKU Timur, Dorong Kreativitas Anak Muda dengan Perlindungan BPJS
Umi menyebutkan, mayoritas penderita HIV/AIDS di OKU Timur berasal dari kelompok usia produktif, yakni 18 hingga 45 tahun.
“Penderita HIV berasal dari usia produktif. Kebanyakan justru semua laki laki dalam kasus penambahan baru ini,perempuan 3 laki laki 9 orang,”ungkapnya.
Ia menambahkan, penjangkauan terhadap PSK juga terus dilakukan, meski menghadapi tantangan karena aktivitas mereka bersifat tertutup.