Dampak Serius Jika Perkutut Gagal Mabung, Simak Tips Khusus agar Pemula Tidak Salah Perawatan
Dampak Serius Jika Perkutut Gagal Mabung, Simak Tips Khusus agar Pemula Tidak Salah Perawatan--yt agungnursaladin2
KORANPALPRES.COM - Jangan anggap sepele, ini dampak serius jika perkutut gagal mabung, inilah panduan lengkap bagi pemula saat burung perkutut jatuh bulu.
Bagi para pecinta burung perkutut, memahami fase mabung adalah kunci utama dalam menjaga kualitas burung kesayangan.
Mabung adalah proses alami di mana burung mengganti bulu lamanya dengan yang baru.
Namun, di balik proses ini, terdapat risiko yang sering tidak disadari oleh penghobi pemula, yakni gagal mabung.
BACA JUGA:Mengapa Perkutut Ekor 15 Dicari Orang? Ternyata Punya Keistimewaan Ini
BACA JUGA:Resep Rahasia Obati Luka pada Sayap Perkutut, Ampuh dan Tanpa Efek Samping
Gagal mabung bukan sekadar urusan bulu yang tidak tuntas rontok, tetapi bisa berakibat fatal, mulai dari macet bunyi, stres, hingga penurunan kondisi fisik burung.
Tak sedikit kasus di mana burung perkutut yang gagal mabung akhirnya butuh waktu berbulan-bulan untuk pulih, bahkan ada yang tidak bisa kembali bersuara seperti semula.
Secara alami, mabung terjadi ketika burung memasuki usia tertentu atau dipengaruhi oleh pergantian musim.
Dalam kondisi ideal, bulu lama akan rontok secara bertahap dan digantikan bulu baru dalam waktu sekitar 4-6 minggu.
BACA JUGA:Viral di Kalangan Pecinta Burung, Jenis Perkutut Langka Ini Disebut Bisa Datangkan Jodoh dan Rezeki
BACA JUGA:Perkutut Ekor 13, Si Ekor Panjang Pembawa Rezeki yang Dicari Para Kolektor
Namun, jika selama proses ini burung mengalami gangguan seperti cuaca buruk, stres, atau perawatan yang salah, maka mabung bisa terganggu atau bahkan gagal total.
Gagal mabung terjadi ketika bulu tidak rontok sempurna, proses pergantian bulu terhenti, atau tubuh burung tidak mampu menyelesaikan siklus mabung secara menyeluruh.