Gerakan Pramuka: Menjawab Tantangan Zaman Menuju Indonesia Emas 2045
Pada tanggal 14 Februari menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka untuk menjawab tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045--Ig/@gerakanpramuka
KORANPALPRES.COM - Tanggal 14 Agustus 2025 menjadi tonggak penting bagi Gerakan Pramuka Indonesia yang memasuki usia ke-64.
Tahun ini, Kwartir Nasional menetapkan tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.
Tema ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sebuah ajakan serius bagi seluruh anggota Pramuka untuk memantapkan langkah, memperkuat kerja sama, dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.
Di tengah derasnya arus digital, anak-anak kini lebih fasih menggeser layar gawai daripada mengikat tali temali.
BACA JUGA:Jelang Jambore Nasional, Latih Anggota Pramuka Kwarran Lahat Lewat Persami, Ini Pintanya

Pembina Pramuka UIN Raden Fatah Palembang, Fajar Kamizi, S.H.I., M.H.--Ist
Generasi muda kita hidup di dunia yang serba instan, di mana informasi mengalir deras namun terkadang tanpa saring, dan interaksi sosial beralih dari lapangan ke layar.
Pertanyaannya: masih relevankah Gerakan Pramuka di zaman seperti ini? Jawabannya: sangat relevan-jika kita mau beradaptasi.
Pramuka di Era Digital: Antara Tantangan dan Peluang
Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang memiliki mandat utama membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan generasi muda melalui metode belajar yang tekanan pada pengalaman langsung di alam terbuka.
BACA JUGA:Ratu Dewa Pimpin Majelis Pembimbing Pramuka Palembang, Siap Hidupkan Semangat Kepramukaan
BACA JUGA:Perwakilan Kejari Banyuasin Ini Hadiri Musyawarah Cabang V Gerakan Pramuka
Di era digital, lingkungan sosial generasi muda mengalami perubahan yang signifikan.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola interaksi, gaya belajar, bahkan cara anak dan remaja mengakses pengetahuan.