Makam Kapitan Bong Su di Pulau Kemaro, Rektor UIN Raden Fatah Sebut Sebagai Pertemuan Agama dan Budaya
Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Muhammad Adil (paling kanan) ikut menyaksikan pelantikan Foliraya Sumsel di Rumah Dinas Walikota Palembang.--
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Muhammad Adil menghadiri Pelantikan Forum Peduli Sejarah dan Budaya Sumatera Selatan atau Foliraya Sumsel.
Acara pelantikan Foliraya Sumsel yang berlangsung di Rumah Dinas Walikota Palembang, Rabu 13 Agustus 2025 ini dirangkaikan dengan Seminar mengenai jejak keberadaan Kapitan Bong Su di Palembang.
Dalam seminar tersebut, Prof Muhammad Adil didaulat menjadi salah satu pembicara bersama 4 narasumber lainnya.
Yakni Drs A Azim Amin MHum, Ir Dailami, Drs Syafruddin Yusuf MPd PhD dan Dr Hendra Sudrajat, bersama moderator Mirza Fansyuri.
BACA JUGA:Peneliti Sejarah HG Sutan Adil Ungkap Misteri Makam Kapiten Bong Su di Pulau Kemaro, Ternyata…
Dalam paparannya, Prof Muhammad Adil membawakan materi berjudul “Pertemuan Agama dan Budaya pada Makam Orang Penting (Kapitan Bong Su We) di Palembang”.
Di awal paparan, Prof Muhammad Adil menguraikan sejarah singkat dari sosok Kapitan Bong Su We.
Disebutkan, Kapitan Bong Su We merupakan anak pertama tiga bersaudara, keturunan raja dari negeri Cina.
Kedua saudarannya masing-masing Kapitan Bong Hu But, dan Kapitan Un A Sing.
Dalam silsilah Babah Palembang disebut sebagai Kapitan Bung Suw, Kapitan Belo Minal Muslimin, dan Kapitan A Sing Minal Muslimin.
Ketiga anak raja China didampingi para jenderal yang setia sebagai kepala rombongan keluarga besar dinasti Ming (1368-1644) ini meninggalkan istana Beijing.