Mengapa Milenial Lebih Realistis, Sementara Gen Z Lebih Progresif?
cara pandang milenial dengan gen z berbeda karena generasi milenial lebih realistis sedangkan Gen Z lebih progresif--Sumber Foto: Freepik
KORANPALPRES.COM - Di Indonesia, perbedaan cara pandang antara generasi Milenial dan Gen Z sering dibandingkan dalam konteks formal dan non formal.
Meskipun jarak usia keduanya hanya terpaut belasan tahun, riset Indonesia Millennial and Gen Z Report 2025 dari IDN Research Institute menunjukkan bahwa Milenial lebih berhati-hati dalam menghadapi perubahan, sementara Gen Z justru lebih progresif dan berani mengambil langkah baru.
Google Advertisement Below
Pertanyaannya, mengapa dua generasi yang tumbuh dalam zaman modern ini memiliki isi pikiran yang begitu berbeda?
Realitas Sosial-Ekonomi: Milenial dan Beban Hidup
BACA JUGA:7 Strategi Menabung DP Rumah Buat Milenial Kekinian yang Sibuk tapi Gak Mau Nunda Mimpi Punya Rumah!
Pada dasarnya, baik Gen Z dan Milenial sama-sama memiliki persepsi bahwa tantangan terbesar adalah mencapai keamanan finansial di tengah melonjaknya biaya hidup dan stagnansi upah pekerja.
Namun, karena sebagian besar Milenial Indonesia kini sudah berperan sebagai orang tua, maka beban tersebut lebih terasa berat.
Mereka menanggung cicilan rumah, biaya pendidikan anak, hingga kewajiban mengurus orang tua yang menua, atau mengalami fenomena yang sering disebut sebagai sandwich generation.
Tak heran, riset menemukan bahwa Milenial lebih menekankan perencanaan keuangan, alokasi dana yang tepat, dan kestabilan hidup.
BACA JUGA:BSI Incar Pasar Gen Z dan Milenial dengan Produk Griya Simuda, Tenor hingga 30 Tahun
BACA JUGA:Kebijakan Strategis Dorong Pasar Properti 2025, Gen Z dan Milenial Semakin Dekat Rumah Impian
Dalam survei, 47% Milenial menyebut tujuan utama menabung adalah untuk pendidikan anak sementara 36% Gen Z memilih untuk dana darurat.
Hal ini memperlihatkan pola pikir realistis: setiap langkah finansial dihitung agar keluarga tetap aman.
Bagi mereka, risiko perlu diminimalkan. Sikap hati-hati ini juga tercermin dalam cara Milenial menerima perubahan sosial, tidak menolak, tetapi cenderung bertahap.