GERCEP! Dinas TPHP Lahat 'Keker' Sawah Diserang Hama Tikus, Jiki Rinalzon: Segera Ambil Tindakan
CEK : Penyuluh dan BPP langsung turun dan mengecek areal sawah di Desa Tanjung Kurung Ilir yang diserang hama tikus-Dinas TPHP Lahat/koranpalpres.com-
LAHAT, KORANPALPRES.COM - Sekitar 15 hektar sawah milik petani di Desa Tanjung Kurung Ilir, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat diserang hama tikus sehingga disinyalir gagal panen.
Nah, mendengar informasi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP), bergerak cepat dengan mengeker areal sawah dimaksud menurunkan tim ke lokasi.
Derliansyah mewakili petani menyampaikan, bahwasanya luasan hamparan sawah terserang hama tikus cukup banyak, sehingga menyebabkan batang dan daun padi rusak dan kering.
"Kami mohon kepada pihak terkait agar kiranya dapat turun dan membantu petani, agar sawah yang diserang hama dapat digarap kembali," kata dia, Kamis, 28 Agustus 2025.
BACA JUGA:Hari-Hari Penting di Bulan September 2025, Libur Nasional dan Peringatan Internasional
BACA JUGA:Raih 3 Penghargaan Nasional, Baznas Palembang Diapresiasi di Baznas Awards 2025
Tentu saja, masih urainya, petani kini mengalami kerugian material dikarenakan dugaan gagal panen, sejauh ini kawasan tersebut sama sekali tidak dapat dipanen.
"Sekali lagi, kami meminta kiranya kepada penyuluh supaya memberikan solusi terbaik, agar petani dapat menanam padi seperti sediakala," harapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Lahat, Jiki Rinalzon SIP mengemukakan, dirinya langsung mendapatkan laporan mengenai hamparan sawah disinyalir diserang hama tikus.
"Selaku wakil rakyat agar kiranya kepada Dinas TPHP Lahat bergerak cepat, dan memberikan formulasi terbaik agar petani dapat kembali mengarap sawah," imbaunya.
BACA JUGA:ASUS ExpertBook Resmi Meluncur di Sumsel, Tahan Guncangan, Aman, dan Gahar
BACA JUGA:DPRD Sumsel Dapil I Tersinggung, Desak Wali Kota Copot Camat Ilir Barat I
Dirinya meminta, peristiwa tersebut mampu menjadikan pelajaran berharga agar kedepannya, dapat menjaga sebaik mungkin dari serangan hama alami padi.
"Tidak lupa petani selalu meminta pendampingan kepada penyuluh setempat, dengan demikian, produktifitas padi pun meningkat cukup signifikan guna mendorong program swasembada pangan," pungkas Politisi Partai Gerindra ini.