Tentang Skandal Chromebook, Mahasiswa Universitas Andalas Sebut Pendidikan Dirampok, Integritas Terkubur!
Skandal Chromebook: Pendidikan Dirampok, Integritas Terkubur--
Opini berjudul “Skandal Chromebook: Pendidikan Dirampok, Integritas Terkubur” ini ditulis oleh Bulan Nurfikry, Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.
KORANPALPRES.COM - Korupsi di Indonesia tampaknya tidak mengenal akhir.
Belum lama ini, masyarakat kembali dihebohkan oleh skandal pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun yang melibatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Program yang seharusnya mendukung digitalisasi pendidikan malah membuat sejumlah pejabat tinggi menghadapi hukum.
Menurut investigasi Kejaksaan Agung, diperkirakan kerugian negara mencapai Rp1,9 triliun, jumlah yang membuat publik terkejut.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, menegaskan bahwa kasus ini memiliki implikasi yang luas.
“Korupsi ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghalangi hak siswa untuk mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” ujarnya (Kompas, 2025).
Kasus ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga merupakan pukulan moral.
BACA JUGA:Soroti Program MBG, Mahasiswi Universitas Andalas ini Suarakan Perbaikan Menyeluruh
Pendidikan yang seharusnya menjadi ruang untuk menanamkan nilai kejujuran, justru dipenuhi dengan praktik yang mengkhianati integritas.
Pertanyaan mendasar muncul: bagaimana bangsa ini bisa berharap pada generasi yang berintegritas jika pendidikan itu sendiri tercemar oleh korupsi?