Ini Penegasan Wakapolri Tentang Perubahan Fundamental di Tubuh Polri
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan perlunya perubahan fundamental di tubuh Polri agar mampu menjawab tuntutan zaman dan memenuhi harapan publik.--Bidhumas Polda Sumsel
JAKARTA, KORANPALPRES.COM - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan perlunya perubahan fundamental di tubuh Polri agar mampu menjawab tuntutan zaman dan memenuhi harapan publik.
Menurutnya, kunci perubahan institusi terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di dalamnya.
Organisasi tidak bisa berubah dengan sendirinya, yang berubah adalah orang-orang di dalamnya.
"Transformasi Polri harus dimulai dari anggota, dari SDM yang memiliki kompetensi, integritas, dan hati nurani,” ujar Dedi, Ahad 5 Oktober 2025.
BACA JUGA:Tegakkan Disiplin, Polda Sumsel Hukum Berat Bripka H atas Kasus Ini
Dedi menyoroti persoalan penempatan personel yang belum optimal. Berdasarkan pemetaan awal, ditemukan 74 persen penempatan personel di berbagai level organisasi belum sesuai.
“Ini yang akan kami perbaiki dengan percepatan melalui digitalisasi dan sistem pembinaan yang lebih terukur, sehingga penempatan akan tepat sasaran,” ucapnya.
Dedi menambahkan, sejumlah peristiwa demonstrasi pada Agustus hingga awal September menjadi pelajaran berharga sekaligus momentum untuk melakukan perbaikan menyeluruh.
Polri, kata Dedi, bersama tim pakar akan melakukan pemetaan akar masalah di semua tingkatan organisasi, mulai dari Polsek, Polres, Polda hingga Mabes Polri.
BACA JUGA:Gara-gara ini, Bocah 2 Tahun Dilarikan ke Rumah Sakit dengan Ambulance Apung Polairud Polda Sumsel
BACA JUGA:Inilah Kesiapan Polda Sumsel Demi Sukseskan Pornas XVII Korpri 2025
“Langkah konkret akan disusun secara bertahap, mulai dari strategi jangka pendek satu bulan hingga jangka panjang satu tahun ke depan,” tuturnya.
Dalam proses transformasi tersebut, Dedi menekankan pentingnya menginternalisasi konsep 4K sebagai DNA perubahan.