Kapolri dan IGP Rwanda Teken MoU, Dalam Hal Apa?
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menandatangani MoU dengan Kepala Kepolisian Rwanda RNP, IGP Felix Namuhoranye, di Rupatama Mabes Polri.--Bidhumas Polda Sumsel
Dalam pemaparannya, Johan Budi menyampaikan kritik publik harus dipandang sebagai tantangan, bukan serangan.
Oleh karena itu, diperlukan respons komunikatif yang berbasis aksi nyata dan solusi konkret, bukan sekadar klarifikasi.
BACA JUGA:Kunker di Polres OKI, Ini Pesan Disampaikan Kapolda Sumsel
BACA JUGA:Disambut Meriah, Kapolda Sumsel Kunjungi Polres OKI dan Resmikan Fasilitas Baru, Apakah Itu
“Kritik dari masyarakat adalah bentuk perhatian yang harus dijawab dengan langkah nyata. Jangan bersikap defensif, melainkan jadikan kritik sebagai pemicu perbaikan institusi,” ujar Johan Budi, Senin 6 Oktober 2025.
Lebih lanjut, forum ini juga menekankan sejumlah poin penting, antara lain penguatan konten positif di media sosial dan media mainstream.
Perilaku aparat di lapangan harus adil, humanis, berbasis data, serta sesuai prosedur demi menjaga legitimasi Polri.
Hingga perubahan nyata di lapangan, terutama dalam pelayanan publik yang humanis, sebagai wujud nyata reformasi Polri.
BACA JUGA:Kapolda Sumsel Ada di Polres OKI, Apa Tujuan Kunjungan Kerjanya
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca di Sumsel Sabtu 11 Oktober 2025, Sebagian Berawan dan Hujan
Irjen Kristiyono menegaskan bahwa peningkatan kapasitas komunikasi krisis merupakan bagian dari implementasi Transformasi Menuju Polri Presisi.
Polri berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan, terukur, dan solutif.
"Reformasi harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan profesional,” tegas Irjen Kristiyono.
Forum ini diikuti oleh lebih dari 995 peserta yang terdiri dari Kabagrenmin Satker Mabes, Kabagrenmin Satdik jajaran.
BACA JUGA:Pungli Meresahkan Masyarakat, Ini Langkah Tepat Polda Sumsel Gelar Bersama Jajaran Polres