Gagasan Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, ini Harapan Sang Dosen Muda
Artikel berjudul "Gagasan Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang" ini ditulis oleh Muhamad Setiawan SH MH, Dosen UIN Raden Fatah Palembang.--kolase
Artikel berjudul "Gagasan Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang" ini ditulis oleh Muhamad Setiawan SH MH, Dosen UIN Raden Fatah Palembang.
KORANPALPRES.COM - Guru besar atau profesor adalah jabatan fungsional akademik dosen di setiap perguruan tinggi.
Jenjang karir yang dititi mulai asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan berakhir di guru besar atau profesor merupakan suatu perjalanan panjang sebagai seorang akademisi.
Laksana “Jenderal” nya perguruan tinggi profesor adalah impian setiap dosen.
BACA JUGA:Prodi MPI UIN Raden Fatah Palembang Lantik Squad Prima, Tim Keprotokolan dan Humas Mahasiswa Pertama
Di samping banyaknya persyaratan administrasi dan angka kredit yang besar, seorang profesor sebagaimana pada umumnya adalah seorang ilmuwan yang menggeluti suatu bidang ilmu tertentu yang konsen melakukan penelitian pada bidang itu.
Seorang profesor juga menunjuk seorang ilmuwan yang menemukan suatu teori yang terdapat unsur novelty atau kebaruan dalam hasil temuannya.
Sudah menjadi tradisi akademik di Indonesia setiap ada guru besar atau profesor baru di suatu kampus atau lembaga riset maka setelah diterbitkannya Surat Keputusan Menteri.
Maka akan dilaksanakan upacara pengukuhan guru besar yang dirangkum dengan acara sidang senat terbuka.
BACA JUGA:Mahasiswa Prodi Jurnalistik UIN Raden Fatah Magang Berdampak 2025 di Palembang Ekspres
Inti dari acara ini adalah mendengarkan pidato pengukuhan yang sifatnya orasi ilmiah gagasan guru besar yang bersangkutan terkait apa yang sudah ia temukan untuk bisa diajarkan, dikembangkan, dan diabdikan di masyarakat.
Sejak berdiri pada tahun 1964 hingga sekarang IAIN yang sekarang sudah bertransformasi menjadi UIN Raden Fatah Palembang sudah mengalami beberapa periode panen guru besar.