Bukan Sekadar Kandang! Sangkar Perkutut: Mahakarya Seni Ukir Tradisional yang Bernilai Tinggi
Bukan Sekadar Kandang! Sangkar Perkutut: Mahakarya Seni Ukir Tradisional yang Bernilai Tinggi-Youtube Klangenan Vlogger-
KORANPALPRES.COM - Di mata orang awam, sangkar burung mungkin hanyalah sebuah tempat tinggal. Namun, bagi para kung mania (penggemar burung perkutut) dan kolektor seni, Sangkar Perkutut adalah sebuah mahakarya.
Jauh melampaui fungsinya sebagai kandang, sangkar perkutut khususnya yang berasal dari tradisi Jawa telah bertransformasi menjadi simbol status, investasi seni, dan manifestasi dari keindahan ukiran tradisional yang bernilai sangat tinggi.
Nilai estetika sebuah sangkar dapat melampaui nilai burung perkutut itu sendiri, menjadikannya objek koleksi yang setara dengan patung atau lukisan.
Keindahan sangkar perkutut tidak muncul begitu saja. Ia adalah hasil dari proses panjang yang sarat akan filosofi dan ketelitian seni ukir.
BACA JUGA:Suara Panggilan Maut! Perkutut Betina Ini Rahasia Ampuh Pancing Jantan Lokal Auto Gacor Bersahutan
1. Material Pilihan: Kayu Jati
Sebagian besar sangkar perkutut premium dibuat dari kayu jati tua. Kayu jati dipilih karena ketahanannya terhadap cuaca dan serangga, serta seratnya yang indah dan kuat, menjadikannya kanvas ideal untuk ukiran yang rumit. Semakin tua kayu yang digunakan, semakin tinggi pula nilai historis dan keawetannya.
2. Ukiran Simbolis
Motif ukiran pada sangkar perkutut tidak sembarangan. Motif yang umum digunakan seperti flora, fauna (terutama naga, kura-kura, atau burung phoenix), dan kaligrafi, masing-masing memiliki makna simbolis yang mendalam:
BACA JUGA:Jam Sakral! Ini Waktu Perkutut Pembawa Rezeki Sering Bunyi
BACA JUGA:Mengungkap Kisah Mistis Perkutut Korowelang, Burung Misterius yang Dipercaya Bisa Berubah Jadi Ular
Naga: Melambangkan kekuatan, kekuasaan, dan kewibawaan.
Awan dan Bunga: Melambangkan keindahan, kemakmuran, dan doa.