Hadiri Rakerwil Perindo Sumsel, Gubernur Herman Deru Tekankan Konsolidasi dan Literasi Politik
Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Ketua DPW Partai Perindo Sumsel Andi Asmara memukul gong menandai dibukanya Rakerwil DPW Partai Perindo Sumsel.-Diskominfo Pemprov Sumsel-
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sumsel.
Pertemuan para kader partai berlambang burung Rajawali berwarna merah, putih, dan biru dengan sayap membentang itu digelar di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Senin 29 Desember 2025.
Kehadiran Gubernur Herman Deru dalam agenda strategis partai tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses konsolidasi politik yang dilakukan Partai Perindo di penghujung tahun 2025.
Dalam arahannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPW Partai Perindo Sumsel atas terselenggaranya Rakerwil yang dinilainya tepat waktu dan sarat makna evaluasi organisasi.
Menurut dia, Rakerwil menjadi momentum penting untuk menata kembali langkah dan strategi politik ke depan agar tetap relevan dengan dinamika masyarakat dan kebutuhan daerah.
Herman Deru menilai Partai Perindo sebagai partai yang lincah dan dinamis dalam membaca perkembangan politik, khususnya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa partai politik memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi politik masyarakat, terutama terkait pemahaman terhadap berbagai kebijakan publik yang dihasilkan lembaga negara.
Orang nomor 1 di Sumsel ini menambahkan bahwa produk-produk parlemen, pemerintah daerah, hingga kementerian perlu dipahami masyarakat.
BACA JUGA:Kasdam II Sriwijaya Dampingi Gubernur Sumsel Tinjau Kesiapan Pengamanan Natal, Bagaimana Hasilnya
BACA JUGA:Pastikan Pengerjaan Tepat Waktu, Gubernur Sumsel Pantau Perbaikan Jembatan Kangkung
“Di sinilah peran strategis partai politik untuk menjembatani hal tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herman Deru mengajak seluruh kader Partai Perindo untuk menjaga soliditas dan kebersamaan, meskipun berasal dari latar belakang dan kepentingan politik yang berbeda.
