https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Wujud Nyata TNI, Kodim OKU Bangun Jembatan Gantung di Daerah Ini

Kodim OKU menunjukkan komitmen nyata dalam membantu kesulitan masyarakat di wilayah teritorialnya dengan rencana akan membangun jembatan akses di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU. --Pendam II Sriwijaya

OKU, KORANPALPRES.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) OKU menunjukkan komitmen nyata dalam membantu kesulitan masyarakat di wilayah teritorialnya. 

Hal ini dibuktikan dengan rencana akan membangun jembatan akses di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU. 

Jembatan ini, nantinya diharapkan menjadi solusi mempermudah kelancaran akses Logistik dan kegiatan masyarakat.

Sebagai langkah awal, Komandan Kodim OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., memimpin langsung peninjauan lokasi di pertengahan Desember 2025 hingga 6 Desember 2026 kemarin. 

BACA JUGA:Pelestarian dan Pembinaan Pencak Silat, Jajaran Kodam II Sriwijaya Gelar Latihan Ini

BACA JUGA:Ini Cara Kodam II Sriwijaya Buka Lembaran Kalender 2026

Didampingi oleh tim dari Dinas PU Binamarga Kabupaten OKU dan sejumlah anggota Kodim, survei lapangan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan teknis serta menentukan titik koordinat yang tepat di aliran Sungai Ogan agar pembangunan berjalan optimal dan aman.

Berdasarkan hasil survei teknis, jembatan ini direncanakan memiliki bentang sepanjang 110 meter dengan ketinggian 6 meter di atas permukaan sungai. 

Tim suvei mencatat bahwa Sungai Ogan di titik tersebut memiliki lebar 70 meter dengan karakter arus yang deras, terutama saat musim hujan. 

Oleh karena itu, konstruksi jembatan akan dirancang khusus untuk menghadapi kondisi tanah tepi sungai yang lembut namun berbatu.

BACA JUGA:Begini Ternyata Cara Kodam II Sriwijaya Antisipasi Bencana Alam Hidrometeorologi

BACA JUGA:Pejabat Kodam II Sriwijaya Tinjau KDKMP Srimulya, Sudah Berapa Persen Progresnya

Pembangunan jembatan baru ini menjadi harapan bagi 74 Kepala Keluarga (KK) yang berada di daerah tersebut. 

Saat ini, akses aktivitas ekonomi masyarakat terhambat dan kondisi paling memprihatinkan dialami oleh anak-anak sekolah yang terisolir, di mana aktivitas pendidikan mereka terganggu akibat tidak adanya sarana penyeberangan yang aman menuju sekolah. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan