Ribuan Hektar Sawah Terendam Banjir, Kecamatan Lempuing Paling Parah
Personel BPBD OKI bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi banjir melakukan evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan logistik kepada warga.-Mujianto koranpalpres.com-
KAYUAGUNG, KORANPALPRES.COM - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sejak Jumat 9 Januari 2026 malam, menyebabkan banjir.
Setidaknya, empat kecamatan menjadi wilayah yang terdampak banjir tersebut, meliputi Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan.
Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut memicu peningkatan debit sungai hingga meluap ke permukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum.
Pemerintah Kabupaten OKI bergerak cepat menyikapi kondisi tersebut.
BACA JUGA:Aksi Tanggap Bencana Pertamina Patra Niaga Bantu Korban Banjir Belitang
BACA JUGA:PIM Wedding Expo 2026, Semua Kebutuhan Nikah Ada di Sini, Banjir Promo Menarik!
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim gabungan langsung diturunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan logistik kepada warga.
Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin mengatakan, banjir tidak hanya disebabkan oleh hujan lokal, tetapi juga kiriman air dari wilayah hulu. Melubernya Bendungan Over Komering di Kabupaten OKU Timur turut mempercepat naiknya debit air di wilayah OKI.
“Sekitar dua hingga tiga jam setelah pintu air Bendungan Over Komering dibuka, air mulai menggenangi Kecamatan Lempuing dan kemudian meluas ke Kecamatan Lempuing Jaya,” kata Listiadi.
Dua kecamatan yang paling parah terdampak banjir adalah Lempuing dan Lempuing Jaya.
BACA JUGA:Pasca Banjir Diperkirakan 700 an Haktar Puso, Pemkab Dan Provinsi Siap Bantu Bibit
BACA JUGA:Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor, Polisi di Pemulutan Lakukan ini
Di Kecamatan Lempuing, banjir merendam 10 desa dengan total 1.774 kepala keluarga (KK) terdampak.
Desa Tebing Suluh menjadi wilayah dengan kondisi terparah.
