SELAMAT! PT SLR Bangun Flyover KM 111 Sepanjang 400 Meter, Antisipasi Debu dan Kemacetan Arus Lalin
BATU PERTAMA : Gubernur Sumsel didampingi Wabup Lahat, Forkopimda dan Direktur PT SLR meletakkan batu pertama pembangunan flyover KM 111--Bernat/koranpalpres.com--
LAHAT, KORANPALORES.COM - Pembangunan flyover KM 111 resmi dimulai. Groundbreaking digelar di Jalan Servo Lintas Raya, Kabupaten Lahat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis mendukung kelancaran lalu lintas, angkutan batubara dan keselamatan pengguna jalan umum.
Ground breaking diinisiasi PT Servo Lintas Raya (SLR) bersama PT Jalan Lintas Servo, bagian dari Titan Group. Pembangunan flyover bertujuan menghilangkan perlintasan sebidang antara jalan umum dan jalur khusus batubara.
Direktur PT Servo Lintas Raya (SLR), Viktor Budi Tanuadji menjelaskan, flyover akan dibangun sepanjang sekitar 370–400 meter, lebar.11 meter dengan elevasi 5,2 meter.
"Struktur tersebut dirancang melintasi jalan umum lalu kembali terhubung ke jalan khusus Titan Group," jelasnya.
Menurut Viktor, pihak perusahaan sempat mempertimbangkan pembangunan underpass. Namun opsi itu dinilai memiliki risiko tinggi, terutama potensi banjir. Karena itu, flyover dipilih sebagai solusi paling aman dan berkelanjutan.
BACA JUGA:PT MIP Groundbreaking Bangun Underpass Transportasi Angkutan Batubara, Ini Pesan Wabup Lahat
“Pembangunan diperkirakan memakan waktu hingga 12 bulan. Faktor cuaca, terutama hujan, bisa memengaruhi progres pekerjaan,” kata dia, Jumat, 16 Januari 2026.
Ia berharap, pemerintah memberikan dispensasi operasional selama masa konstruksi agar aktivitas perusahaan tetap berjalan.
Viktor menegaskan, Titan Group mendukung penuh kebijakan pemerintah. Khususnya penertiban angkutan batubara agar tidak melintas di jalan umum.
"Flyover ini disebut sebagai penyempurnaan fungsi jalan khusus batubara yang telah ada sejak awal," tutup dirinya
Sementara itu, Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE melalui Wakil Bupati (Wabup), Widia Ningsih SH MH menyampaikan, apresiasi atas respons cepat perusahaan, pembangunan flyover sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).
“Ini perusahaan kedua di Lahat yang langsung menindaklanjuti arahan gubernur. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama di Kecamatan Merapi Area,” ujarnya.seraya menyebutkan, kualitas udara kini membaik dan aktivitas warga menjadi lebih nyaman.
Terpisah, Gubernur Sumsel, DR H Herman Deru SH MM menyebutkan, pembangunan flyover sebagai proyek vital. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus sejalan dengan keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
“Batubara memberi manfaat besar bagi daerah dan negara. Tantangannya adalah mengelola dampaknya dengan aturan yang tegas,” ucapnya.
