https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Pascabencana Melumpuhkan Akses Warga, Hutama Karya Tancap Gas Pulihkan Infrastruktur Vital di Jantung Aceh

Pascabencana Melumpuhkan Akses Warga, Hutama Karya Tancap Gas Pulihkan Infrastruktur Vital di Jantung Aceh--Hutama Karya

KORANPALPRES.COM - Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh tak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga melumpuhkan akses vital masyarakat.

Jalan terputus, jembatan rusak, dan longsoran tanah di berbagai titik membuat mobilitas warga terganggu, distribusi logistik terhambat, hingga aktivitas ekonomi tersendat. 

Di tengah kondisi tersebut, PT Hutama Karya (Persero) bergerak cepat dengan memulai penanganan permanen infrastruktur pascabencana demi memulihkan denyut kehidupan di jantung Aceh.

Sebagai langkah awal percepatan pemulihan, Hutama Karya bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar kegiatan groundbreaking pada 21 Januari lalu. 

BACA JUGA:Hutama Karya Kebutan Pemeliharaan Jalan Tol Trans Sumatera, Ini Daftar Ruas Tol yang Terdampak

BACA JUGA:Pecah Kepadatan Arus Mudik, Kakorlantas Polri Tinjau Kesiapan Tol Fungsional di Lokasi Ini

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo dan menjadi penanda dimulainya pembangunan permanen terhadap 8 jembatan serta penanganan 30 titik longsor di sejumlah ruas jalan nasional yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Fokus utama penanganan berada di wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara, kawasan yang selama ini menjadi urat nadi penghubung antarwilayah sekaligus jalur utama pergerakan masyarakat dan logistik. 

Salah satu ruas paling krusial adalah jalan nasional Takengon--Kutacane yang sempat mengalami kerusakan parah akibat longsor dan gerusan sungai, membuat akses warga terancam terputus.

Langkah strategis ini mencakup penanganan permanen di enam titik prioritas, di antaranya Jembatan Mengkudu, Longsoran Ketambe, Kafetinggir, serta tiga titik longsoran lainnya. 

BACA JUGA:Kawal Tol Trans Sumatera, Perwakilan Kejari Banyuasin Ini Hadiri Rakor di Hotel Novotel Palembang

BACA JUGA:Dukung Distribusi Bantuan Bencana, HK Operasikan Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi Padang Tiji–Seulimeum

Penanganan ini menjadi sangat penting mengingat kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, terutama saat curah hujan meningkat.

Pada Januari 2026 ini, tercatat sebanyak 8 jembatan di Aceh mulai ditangani secara permanen, yaitu Jembatan Krueng Meureudu, Jembatan Krueng Tingkeum, Jembatan Teupin Mane, Jembatan Ulee Langa, Jembatan Krueng Beutong, Jembatan Pelang, Jembatan Mengkudu I, dan Jembatan Pante Dona. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan