Perkuat Pendidikan Vokasi, Sharp Class Siapkan Ratusan Lulusan SMK Siap Kerja
Perkuat Pendidikan Vokasi, Sharp Class Siapkan Ratusan Lulusan SMK Siap Kerja--Dok Sharp Indonesia
KORANPALPRES.COM- Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mendorong daya saing nasional, khususnya melalui pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diposisikan sebagai ujung tombak dalam mencetak tenaga kerja terampil, adaptif, dan siap kerja.
Namun, tantangan kesenjangan kompetensi antara lulusan pendidikan vokasi dan kebutuhan industri masih menjadi isu yang memerlukan kolaborasi nyata
Sinergi Industri dan Pendidikan
BACA JUGA:Sharp AQUOS sense10 dan R10, Smartphone Premium dengan AI, Kamera 50MP, Segini Harganya!
BACA JUGA:25 Tahun Plasmacluster, Inovasi Sharp Hadirkan Udara Bersih yang Mampu Mengubah Dunia!
Sebagai bentuk kontribusi aktif, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama program Sharp Class bersama SMKN 3 Karawang pada 26 Januari 2026.
Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Bapak Chaerudin, SPd, MM, selaku Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV. Lise Tiasanty, SPd, MM, Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, menyampaikan bahwa Sharp Class merupakan investasi jangka panjang perusahaan.
"Sharp Class bukan sekadar program pelatihan, tetapi merupakan upaya berkelanjutan Sharp untuk berkontribusi langsung dalam mencetak tenaga kerja vokasi yang kompeten dan siap kerja," ujar Lise.
Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri
BACA JUGA:Tekan Angka Pengangguran, BSI Maslahat Bekali Pemuda Keahlian Service AC dan Handphone
BACA JUGA:GOKIL! Siswa SMPN 3 Lahat Belajar Mapel Gunakan Smart TV, Intip Yuk
Program di SMKN 3 Karawang ini diikuti oleh 25 siswa terpilih dan akan berlangsung selama dua bulan.
Kurikulum yang diterapkan dirancang khusus berbasis kebutuhan industri, dengan fokus pada Kompetensi Teknis yakni Penguasaan teori dan praktik di bidang Air Conditioner (AC).
