Jabat Ketua IBI Ranting Pagar Agung 5 Tahun, Ira Yustin: Garda Terdepan Keselamatan Ibu dan Anak
FOTO BERSAMA: 3 calon Ketua IBI Ranting Pagar Agung berfoto bersama dengan Ketua IBI Cabang Lahat dan Camat Lahat, Lurah, Kepala Puskemas dan pengurus --Bernat/koranpalpres.com--
LAHAT, KORANPALPRES.COM – Musyawarah Ranting (Musran) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pagar Agung profesi kesehatan menetapkan Bdn Ira Yustin SKeb sebagai Ketua Terpilih untuk periode 2026-2031, setelah meraih suara sebanyak 43, mengungguli Bdn Aquarisma Dian Sari SST dengan raihan 20 suara serta Bdn Erviani Rosdalina SKeb berhak 7 suara, pemilihan sendiri dilakukan secara musyawarah mufakat dengan dukungan penuh peserta.
Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi organisasi profesi kesehatan, untuk memperkuat peran bidan dalam pelayanan maternal dan neonatal.
"Profesi bidan berada di garis terdepan memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, tidak hanya menolong persalinan, tetapi juga mendampingi perempuan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas hingga pemantauan tumbuh kembang bayi," ungkap Bdn Ira Yustin SKeb, Kamis, 12 Februari 2026.
Nah, pelayanan yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta empati kepada setiap pasien. Bidan dituntut bekerja dengan ilmu, integritas serta hati nurani demi keselamatan ibu dan anak.
BACA JUGA:SMPN 3 Lahat Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran Pasar Bawah, Ini Pesan Kepala Sekolah
"Melalui organisasi profesi, seluruh bidan diajak memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas diri, serta beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Tantangan zaman harus dijawab tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan," terang dirinya.
Senada, Ketua IBI Cabang Lahat, Bdn Pelita Diana SST MKes menyampaikan, musran ini diharapkan mampu memperkuat peran strategis bidan, dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus mewujudkan generasi yang sehat sejak awal kehidupan.
"Oleh karena itulah, tugas seorang bidan cukup berat tidak sekedar menolong persalinan saja, tapi menyelamatkan keduanya dengan kondisi sehat sekaligus kuat," ulasnya.
Disinilah bagaimana seorang bidan mampu bekerja dengan maksimal, membantu penduduk terutama sekali ibu-ibu dalam menjalani proses kehamilan hingga nifas.
BACA JUGA:DPD Golkar Lahat Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Pasar Bawah, Ini Pesan Ketua
"Pastinya dituntut profesionalisme, kesabaran yang luar biasa agar mencetak generasi penerus bangsa sehat, ceria dan mampu menggerakkan perekonomian maupun pemerintahan serta aspek lainnya," tukas dirinya.
Terpisah, Kepala Puskesmas Pagar Agung, Elva Yudianti SST menekankan, bahwasanya tugas dan kewajiban dari bidan bukanlah seperti membalikkan telapak tangan.
