https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Workshop PSR 2026 di Palembang Dorong Penggunaan Benih Bersertifikat bagi Petani Sumsel

Majalah Sawit Indonesia bersama BPDP menggelar Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 di Palembang demi mendorong percepatan program PSR.--istimewa

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Majalah Sawit Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Workshop Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Pekan Benih Sawit 2026 di Palembang.

Yang dimulai 12 Februari hingga 13 Februari 2026. Forum ini mendorong percepatan program PSR sekaligus mengajak petani beralih ke benih sawit unggul dan bersertifikat guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

Sekitar 200 peserta dari unsur petani, koperasi, pemerintah daerah, hingga pelaku industri menghadiri kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di Sumatera Selatan. 

Provinsi ini dipilih karena menjadi salah satu sentra sawit nasional sekaligus mencatat realisasi PSR tertinggi.

BACA JUGA:Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci, Pemkab Ogan Ilir Matangkan Persiapan Jamaah, Ini Caranya

BACA JUGA:60 Seconds to Seoul di Hotel Fave+ Palembang! Nikmati Sensasi Street Food ala Gangnam yang Meledak di Lidah

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto mengatakan PSR tetap menjadi program strategis nasional, meski realisasinya belum mencapai target.

“Realisasi PSR 2025 sekitar 40.000 hektare atau 33 persen dari target 120.000 hektare. Angka ini naik tipis dibandingkan 2024 yang 31 persen,” ujarnya, Jumat 13 Februari 2026.

Sejak 2017 hingga 2025, Sumsel telah meremajakan sekitar 75.000 hektare kebun sawit rakyat. 

Tahun ini, pemerintah menargetkan PSR nasional seluas 50.000 hektare dengan porsi 5.750 hektare di Sumsel.

BACA JUGA:Makan Sepuasnya, Pulang Bawa Hadiah! Bukber di Ayola Sentosa Palembang Berpeluang Menang Doorprize Spektakuler

BACA JUGA:Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah Sudah Dekat, Tapi Masih Punya Utang Puasa? Simak Hukumnya Sebelum Terlambat!

“Kami optimistis capaian meningkat dengan pendampingan dan perbaikan tata kelola,” kata Heru.

Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, menilai rendahnya produktivitas kebun rakyat masih menjadi persoalan utama. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan benih tanpa sertifikat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan