https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Majelis Nurul Amin Lempuing Gelar Pengajian: Waspadai Bahaya Radikalisme yang Incar Anak-Anak

Majelis Nurul Amin Lempuing difasilitasi Dit Intelkam Polda Sumsel menggelar Pengajian membahas bahaya penyebaran paham radikalisme yang menyasar anak-anak.--dokumentasi

OKI, KORANPALPRES.COM - Penyebaran paham radikalisme kini semakin mengancam dan menyasar anak-anak.

Seakan mengikuti perkembangan zaman, aktivitas penyebaran paham yang berbahaya itu telah bertransformasi melalui ruang digital.

Mengantisipasi hal tersebut, sejumlah tokoh agama di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Ilir (OI) bersama jamaah Majelis Nurul Amin menggelar pengajian.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dit Intelkam Polda Sumsel itu berlangsung di Desa Bumiarjo Makmur, Rabu sore 18 Februari 2026. 

BACA JUGA:Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 Edukasi Pelajar di Sekolah Ini

BACA JUGA:Densus 88 Sumsel Perkuat Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme di Kampus Ini

Ketua Yayasan Pendidikan Islam (TPI) Dar Ly yang juga Pimpinan Majelis Nurul Amin, Ustadz Arif mengatakan, pengajian ini sebagai salah satu wujud pelaksanaan Cooling System kepada masyarakat.

Menurut Ustadz Arif, pendekatan dialogis seperti ini merupakan salah satu upaya yang efektif dalam menciptakan hubungan harmonis antara masyarakat dengan para ulama.

“Pengajian ini membahas antisipasi anak-anak agar tidak terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan beragam platform digital,” jelasnya.

Masih di hadapan para jamaah dan masyarakat Desa Bumiarjo Makmur yang hadir, ia menambahkan, sesuai usianya anak-anak berada dalam fase perkembangan dinilai rentan terhadap narasi ekstrem.

BACA JUGA:Polda Sumsel Gelar Penyuluhan, Ternyata Hadirkan Eks Napiter untuk Cegah Radikalisme

BACA JUGA:Polres Ogan Ilir Gelar Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Terorisme serta Radikalisme, Ini Tujuannya

Narasi-narasi ekstrem tersebut dikemas secara persuasif yang jika tak dibarengi dengan pendampingan dan literasi digital yang memadai maka akan berdampak negatif terhadap anak-anak.

Di tahun 2025 lalu sambung Ustadz Arif, disebut menjadi momentum meningkatnya migrasi aktivitas terorisme ke ruang digital. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan