https://palpres.bacakoran.co/

banner lebaran 4lawang

Kolaborasi Penting untuk Aksi Iklim, Tim Dosen STIPER Sriwigama Jadi Narasumber dalam Proklim di Banyuasin

Tim Dosen STIPER Sriwigama yang turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Proklim berfoto bersama dengan para peserta.--istimewa

BANYUASIN, KORANPALPRES.COM - Tim Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Sriwigama turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim).

Yang merupakan sebuah kegiatan berbasis aksi adaptasi dan mitigasi masyarakat terhadap perubahan iklim yang dilaksanakan oleh PT. SUCOFINDO dengan pendanaan dari Kementerian Lingkungan Hidup-UNOPS (United Nations Office for Project Services). 

Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 Februari 2026 dan menyasar masyarakat di Desa Sri Bandung, Kabupaten Banyuasin.

Keterlibatan STIPER Sriwigama dalam kegiatan ini berfokus pada kontribusi akademik melalui penyampaian materi dan pendampingan teknis kepada masyarakat. 

BACA JUGA:Healing Tipis-Tipis di Villa Hous, Jadi Spot Staycation Favorit Warga Palembang

BACA JUGA:Bunda Rayya Hadirkan Hampers Kue Bernuansa Mekah hingga Jeddah, 70 Paket Ludes Dipesan dalam Satu Jam!

Adapun pelaksanaan program ProKlim secara keseluruhan berada di bawah koordinasi PT. SUCOFINDO sebagai pelaksana kegiatan, sementara STIPER Sriwigama berperan sebagai pihak narasumber.

Tim Dosen dari STIPER Sriwigama diketuai oleh Ken Dara Cita, S.Hut., M.Si., yang juga bertugas sebagai Tenaga Ahli Climate Change Proklim Sumatera Selatan. 

Dalam kegiatan tersebut juga melibatkan Ida Ariyani, S.P., M.Si., Khairunnisa Ramadhini, S.P., M.Si., dan Sopia Azida, S.P., M.Si., yang bersama-sama memberikan materi pelatihan pembuatan kompos berbasis bahan lokal. 

"Pelatihan ini dirancang sebagai solusi sederhana namun berdampak besar dalam mendukung aksi iklim di tingkat komunitas," ujar Ken Dara Cita. 

BACA JUGA:Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan BZ-WIN dan Janji Politik Telah Dirasakan Masyarakat, Apa Saja Itu Simak Yuk

BACA JUGA:Isi Ramadan dengan Kebaikan, Biro SDM Polda Sumsel Salurkan Sembako ke Warga di 2 Kecamatan Ini

Peserta diajarkan cara memanfaatkan limbah rumah tangga seperti kotoran hewan, daun kering, dan limbah pertanian menjadi pupuk organik bernilai guna.

Tim dosen menjelaskan tahapan mulai dari pemilahan bahan, proses pencacahan, pencampuran bahan hijau dan cokelat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan