BPS Sebut Inflasi Palembang Tembus 4,37 Persen, Pemkot Siapkan Jurus Strategi 4K!
Walikota Palembang Ratu Dewa (tengah) dan Kepala BPS Kota Palembang Edi Subeno melaporkan perkembangan inflasi kota Palembang sepanjang Februari 2026.--palembang.go.id
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Laju inflasi Kota Palembang dilaporkan kembali mengalami peningkatan pada Februari 2026.
Hal ini berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, Senin 2 Maret 2026.
BPS mencatat inflasi bulan ke bulan (month-to-month/mtm) sebesar 0,58 persen, lebih tinggi dibandingkan Januari 2026.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi mencapai 4,37 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,63 persen.
BACA JUGA:Pemkab Muba Siaga Kendalikan Inflasi Ramadan, Harga Pangan di Muba Tetap Terjaga
BACA JUGA:Kendalikan Inflasi, TPID se-Sumatera Selatan Ikuti Capacity Building
Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno menjelaskan, kenaikan ini didorong lonjakan harga emas perhiasan serta sejumlah komoditas pangan strategis.
Lonjakan menyusul meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Bulan Ramadan, serta tekanan pasokan akibat cuaca ekstrem.
Edi merinci, kkomoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi Februari adalah emas perhiasan, yang memberikan kontribusi 0,240 persen terhadap inflasi mtm.
“Harga emas perhiasan yang naik signifikan mengikuti tren penguatan harga emas global menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan ini,” jelasnya.
BACA JUGA:Akhir 2025 Inflasi Palembang Stabil 2,92 Persen, Pemkot Siaga Tantangan Cuaca
Selain emas sambung Edi, beberapa komoditas pangan yang memberikan andil terhadap inflasi mtm antara lain:
1. Cabai merah: 0,084 persen.
